Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Apresiasi Ferry Irwandi, IKAPPI Usul Skema Distribusi Masif untuk Tekan Harga Pangan

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 25 Desember 2025 | 14:10 WIB
Apresiasi Ferry Irwandi, IKAPPI Usul Skema Distribusi Masif untuk Tekan Harga Pangan
Content creator, Ferry Irwandi. [Instagram]
baca 10 detik
  • IKAPPI mengapresiasi Ferry Irwandi mendistribusikan cabai petani Aceh ke Jakarta, membantu petani terdampak bencana.
  • Distribusi cabai dari Aceh ke Jakarta oleh Ferry Irwandi terbukti sukses menurunkan harga cabai di pasar ibu kota.
  • IKAPPI menyarankan pemerintah meniru pola distribusi tersebut skala besar demi mencapai stabilitas harga pangan nasional.

Suara.com - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mengapresiasi langkah yang dilakukan content creator, Ferry Irwandi yang mendistribusikan cabai petani di Aceh ke Jakarta.

Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI, Reynaldi Sarijowan, menyebut langkah tersebut bukan hanya membantu petani yang terdampak bencana, tetapi menurunkan harga cabai di Jakarta.

"Pola distribusi yang dilakukan dari sentra cabai di Aceh dibawa ke Jakarta tidak hanya membantu teman-teman di Aceh tetapi juga menurunkan harga cabai di Jakarta. Awalnya, cabai di Jakarta Rp 120,000/kg karena ada isu ini dapat menurunkan harga," kata Reynaldi lewat keterangannya pada Kamis (25/12/2025).

IKAPPI memandang, apa yang dilakukan Ferry seharusnya ditiru pemerintah demi menekan harga pangan.

Menurut Reynaldi, sentra-sentra pertanian tersebar luas di seluruh provinsi di Indonesia.

Dia mencontohkan, Nusa Tenggara Barat yang terkenal dengan pertanian bawang merah. Namun, saat panen, banyak hasil pertanian yang tidak terserap.

Harga cabai naik lagi pada Kamis (27/11/2025). [Antara]
Ilustrasi cabai. [Antara]

Akibatnya, ada wilayah yang surplus pangan, tapi di daerah lain kekurangan.

"Jika pola yang dilakukan oleh Ferry Irwandi di eskalasi jauh lebih besar dan massif tentu stabilitas harga pangan akan terbentuk dan Astacita Presiden Prabowo bisa terlaksana yaitu swasembada pangan Indonesia," ujar Reynaldi.

Sebagaimana diketahui, akibat bencana yang terjadi Aceh, hasil panen pertanian warga seperti cabai terancam tidak terjual.

baca juga

Jika pun terjual, harganya menjadi sangat murah. Hal itu disebabkan akses jalan yang terputus sehingga menghambat penjualannya ke luar daerah.

Beberapa wilayah yang terdampak hasil pertaniannya adalah wilayah Aceh Tengah, dan Bener Meriah.

Melihat hasil panen yang melimpah tersebut, Ferry Irwandi mengambil inisiatif dengan mendistribusikan melalui jalur udara ke Jakarta.

Pesawat yang digunakan adalah pesawat yang membawa bantuan ke Aceh dari Jakarta.

Setelah mendistribusikan bantuan, pesawat kembali digunakan membawa hasil pertanian seperti cabai ke Jakarta untuk dijual.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekayaan dan Gaji Endipat Wijaya, Anggota DPR Nyinyir Donasi Warga untuk Sumatra

Kekayaan dan Gaji Endipat Wijaya, Anggota DPR Nyinyir Donasi Warga untuk Sumatra

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 19:50 WIB

Harga Pangan Nasional Kompak Turun, Cabai Turun setelah Berhari-hari Melonjak

Harga Pangan Nasional Kompak Turun, Cabai Turun setelah Berhari-hari Melonjak

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 10:56 WIB

Solidaritas Publik Mengalir, Donasi Ferry Irwandi Tembus Rp1 Miliar dalam 3 Jam

Solidaritas Publik Mengalir, Donasi Ferry Irwandi Tembus Rp1 Miliar dalam 3 Jam

Video | Sabtu, 06 Desember 2025 | 11:00 WIB

Sumatera Berduka, Donasi Ferry Irwandi Tembus Rp1 M dalam 3 Jam

Sumatera Berduka, Donasi Ferry Irwandi Tembus Rp1 M dalam 3 Jam

Video | Kamis, 04 Desember 2025 | 19:49 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Terus Melonjak, Tembus Rp 60.000 per Kg

Harga Cabai Rawit Merah Terus Melonjak, Tembus Rp 60.000 per Kg

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 13:37 WIB

Cabai Rawit Merah Melonjak 5 Persen, Harga Pangan Lainnya Bergerak Tipis di Pasar Nasional

Cabai Rawit Merah Melonjak 5 Persen, Harga Pangan Lainnya Bergerak Tipis di Pasar Nasional

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 13:50 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

×