Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pabrik Chip Semikonduktor TSMC Ikut Terdampak Gempa Magnitudo 7 di Taiwan

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 28 Desember 2025 | 10:36 WIB
Pabrik Chip Semikonduktor TSMC Ikut Terdampak Gempa Magnitudo 7 di Taiwan
Ilustrasi gempa
  • Gempa magnitudo 7,0 melanda timur laut Taiwan pada 27 Desember 2025, dengan pusat di lepas pantai Yilan.
  • Kerusakan utama meliputi kebocoran pipa, retak rambut bangunan, dan pemadaman listrik sementara pada lebih dari 3.000 rumah di Yilan.
  • TSMC sempat melakukan evakuasi prosedural, sementara otoritas memperingatkan potensi gempa susulan.

Suara.com - Gempa berkekuatan magnitudo 7,0 melanda wilayah timur laut Taiwan pada Sabtu (27/12/2025). Otoritas cuaca dan seismologi pulau tersebut melaporkan bahwa pusat gempa berada di lepas pantai kota pesisir Yilan, sekitar 32 kilometer dari daratan.

Meskipun kekuatan gempa tergolong masif, laporan awal menunjukkan bahwa kerusakan infrastruktur utama masih dalam kategori terkendali.

Gempa yang terjadi pada kedalaman 73 kilometer ini terasa di hampir seluruh wilayah Taiwan. Di ibu kota Taipei, gedung-gedung pencakar langit dilaporkan bergoyang hebat, memicu kepanikan singkat di kalangan warga.

Administrasi cuaca setempat menetapkan intensitas gempa ini pada kategori empat, yang berarti guncangan tersebut cukup kuat untuk menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan dan instalasi publik.

Dampak Kerusakan di Taipei dan Yilan

Pemerintah Kota Taipei segera melakukan pemantauan pasca-gempa dan menyatakan bahwa tidak ada laporan mengenai kerusakan besar yang mengancam nyawa.

Kendati demikian, sejumlah laporan mengenai kerusakan fasilitas publik mulai bermunculan.

Kebocoran Gas dan Air: Ditemukan beberapa kasus pipa gas dan saluran air yang pecah akibat pergeseran tanah.

Kerusakan Bangunan: Sejumlah gedung mengalami retak rambut pada dinding, namun struktur utama dilaporkan masih aman.

Pemadaman Listrik: Di wilayah Yilan yang paling dekat dengan pusat gempa, Taiwan Power Company melaporkan lebih dari 3.000 rumah sempat mengalami pemutusan aliran listrik secara tiba-tiba. Namun, tim teknis segera dikerahkan untuk melakukan pemulihan secepat mungkin.

Dampak gempa di Taiwan selalu menjadi perhatian dunia, mengingat pulau ini adalah pusat produksi semikonduktor global. TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company), produsen chip terbesar di dunia, melaporkan bahwa sebagian kecil fasilitas mereka di Hsinchu Science Park bagian utara sempat mencapai ambang batas prosedur evakuasi saat guncangan terjadi.

Sesuai dengan protokol keselamatan yang sangat ketat, sejumlah staf sempat dievakuasi keluar dari gedung produksi.

Namun, manajemen TSMC mengonfirmasi bahwa tidak lama setelah situasi dinyatakan aman, para karyawan telah kembali ke pos masing-masing.

Langkah antisipasi ini sangat krusial guna menjaga presisi mesin-mesin pembuat chip yang sangat sensitif terhadap getaran sekecil apa pun.

Peringatan Gempa Susulan dari Otoritas Terkait

Administrasi cuaca Taiwan memberikan analisis bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa kali ini relatif terbatas. Hal ini disebabkan oleh posisi pusat gempa yang berada di lepas pantai serta kedalamannya yang mencapai 73 kilometer, sehingga energi kinetik yang sampai ke permukaan tidak sekuat gempa dangkal.

Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak lengah. Para ahli memperkirakan bahwa gempa susulan dengan kekuatan antara magnitudo 5,5 hingga 6,0 masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga yang tinggal di dekat lereng gunung atau bangunan tua diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.

Presiden Taiwan, Lai Ching-te, melalui unggahan di media sosial resminya, memastikan bahwa pemerintah telah memegang kendali penuh atas situasi darurat ini. Ia menegaskan bahwa tim penyelamat dan satuan tugas bencana telah disiagakan di berbagai titik strategis.

"Otoritas terkait telah mengendalikan situasi dengan baik. Saya mendesak seluruh masyarakat untuk tetap tenang namun tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi sewaktu-waktu," ungkap Presiden Lai dalam pesannya kepada publik.

Secara geografis, Taiwan berada di zona rawan karena terletak pada pertemuan dua lempeng tektonik utama. Posisi ini menjadikan Taiwan sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas seismik paling aktif di dunia. Sejarah mencatat beberapa kejadian tragis akibat pergerakan lempeng ini:

Tahun 1999: Gempa berkekuatan magnitudo 7,3 mengguncang pusat Taiwan dan menewaskan lebih dari 2.000 orang.
Tahun 2016: Lebih dari 100 orang meninggal dunia akibat gempa yang melanda wilayah selatan pulau tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gempa M5,6 Guncang Pesisir Bengkulu, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M5,6 Guncang Pesisir Bengkulu, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

News | Sabtu, 27 Desember 2025 | 08:36 WIB

Gempa M 4,0 Guncang Bima, Getaran Terasa Seperti Truk Melintas

Gempa M 4,0 Guncang Bima, Getaran Terasa Seperti Truk Melintas

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 13:12 WIB

Perkuat Kualitas PMI, Perusahaan Asal Taiwan Teken MoU dengan Anak Perusahaan BPJS Ketenagakerjaan

Perkuat Kualitas PMI, Perusahaan Asal Taiwan Teken MoU dengan Anak Perusahaan BPJS Ketenagakerjaan

News | Senin, 22 Desember 2025 | 06:10 WIB

Terkini

Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB

Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:34 WIB

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:08 WIB

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:46 WIB

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:31 WIB

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:19 WIB

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:35 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB