Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Emas Antam Stagnan Jelang Tahun Baru, Harganya Masih Rp 2.501.000 per Gram

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 31 Desember 2025 | 09:57 WIB
Emas Antam Stagnan Jelang Tahun Baru, Harganya Masih Rp 2.501.000 per Gram
Emas batangan di salah satu gerai Bank Syariah di Jakarta, Rabu (12/10).
  • Harga emas Antam 1 gram pada Rabu, 31 Desember 2025, dibanderol Rp 2.501.000, sama seperti hari sebelumnya.
  • Harga buyback emas Antam juga tercatat stagnan pada level Rp 2.360.000 per gram pada tanggal yang sama.
  • Harga emas dunia spot naik 0,8% menjadi USD 4.364,70 per ons karena risiko geopolitik dan ketidakpastian ekonomi.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 31 Desember 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.501.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas itu stagnan atau sama seperti hari Selasa, 30 Desember 2025 sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.360.000 per gram.

Harga buyback itu juga tak bergerak dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.

Seorang karyawan menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) di Butik Emas Antam, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Kamis (23/7/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Seorang karyawan menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) di Butik Emas Antam, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Kamis (23/7/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.300.500
  • Emas 1 Gram Rp 2.501.000
  • Emas 2 gram Rp 4.942.000
  • Emas 3 gram Rp 7.388.000
  • Emas 5 gram Rp 12.280.000
  • Emas 10 gram Rp 23.505.000
  • Emas 25 gram Rp 61.137.000
  • Emas 50 gram Rp 122.195.000
  • Emas 100 gram Rp 244.312.000
  • Emas 250 gram Rp 610.515.000
  • Emas 500 gram Rp 1.220.820.000
  • Emas 1.000 gram Rp 2.441.600.000

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.

Harga Emas Dunia Mulai Pulih

Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa setelah sempat tertekan tajam pada sesi sebelumnya. Pasar kembali memusatkan perhatian pada meningkatnya risiko geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, yang mendorong reli emas menuju penutupan tahun terbaiknya sejak 1979.

Dikutip dari Reuters, harga emas spot tercatat naik 0,8 persen menjadi USD 4.364,70 per ons pada pukul 14.07 waktu setempat (19.07 GMT).

Sehari sebelumnya, emas mengalami penurunan persentase harian terbesar sejak 21 Oktober akibat aksi ambil untung, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi di level USD 4.549,71 per ons pada Jumat lalu.

Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 1 persen ke posisi USD 4.386,30 per ons.

"Kemarin kita melihat volatilitas yang sangat ekstrem, dengan pergerakan kuat pada perdagangan Asia ke arah atas lalu diikuti aksi ambil untung yang cukup besar. Namun, kondisi hari ini mulai stabil dan perdagangan secara umum tetap menguntungkan," kata Wakil Presiden sekaligus Ahli Strategi Logam Senior Zaner Metals, Peter Grant.

Sepanjang 2025, emas yang dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) telah melonjak sekitar 66 persen. Kenaikan tersebut menjadi yang paling tajam sejak 1979, didorong oleh kombinasi pelonggaran suku bunga, meningkatnya konflik geopolitik, pembelian agresif oleh bank sentral, serta derasnya aliran dana ke exchange traded fund (ETF) berbasis emas batangan.

Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reserve AS sebelumnya sepakat memangkas suku bunga dalam pertemuan Desember, meski keputusan itu diambil setelah perdebatan panjang terkait risiko yang masih membayangi perekonomian Amerika Serikat.

Bank sentral AS dijadwalkan kembali menggelar rapat pada 27–28 Januari mendatang, dengan mayoritas investor memperkirakan suku bunga akan ditahan.

"Pasar masih skeptis terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan damai Rusia-Ukraina, dan ukuran risiko geopolitik secara umum tetap tinggi. Kondisi ini terus memberikan dukungan terhadap harga emas," ujar Grant.

Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Rusia menuduh Ukraina berupaya menyerang kediaman Presiden Vladimir Putin dan menyatakan akan melakukan pembalasan. Ukraina sendiri membantah tudingan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Catat Rekor Penurunan Terburuk Pada Akhir Tahun 2025

Harga Emas Antam Catat Rekor Penurunan Terburuk Pada Akhir Tahun 2025

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 09:44 WIB

Catatan Akhir Tahun: Emas Jadi Primadona 2025

Catatan Akhir Tahun: Emas Jadi Primadona 2025

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 18:25 WIB

Efek Domino Logam Mulia, Harga Minyak Dunia Melandai

Efek Domino Logam Mulia, Harga Minyak Dunia Melandai

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 10:21 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB