Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.318,500
LQ45 630,677
Srikehati 317,136
JII 401,976
USD/IDR 17.600

Ambisi Swasembada Gula 2026: Target Bongkar Raton 100 Ribu Hektare Terganjal Masalah Bibit

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 02 Januari 2026 | 16:52 WIB
Ambisi Swasembada Gula 2026: Target Bongkar Raton 100 Ribu Hektare Terganjal Masalah Bibit
ilustarsi - Seorang pekerja membawa karung gula [Antara]
  • Target bongkar raton 100 ribu ha tahun 2026 sulit tercapai akibat kendala bibit tebu.
  • Realisasi di Jatim baru 5.629 ha, jauh di bawah target usulan 29.608 ha.
  • Pemerintah diminta replikasi praktik petani Lumajang yang sukses kepras tebu berulang kali.

Suara.com - Target pemerintah untuk melakukan bongkar raton tebu seluas 100.000 hektare pada tahun 2026 dinilai menghadapi tantangan berat.

Meski program ini diproyeksikan sebagai tulang punggung swasembada gula nasional, realisasi di lapangan menunjukkan progres yang masih melambat, terutama di wilayah lumbung tebu seperti Jawa Timur.

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, mengungkapkan bahwa Jawa Timur kembali menjadi tumpuan utama dengan target bongkar raton sebesar 70.000 hektare. Namun, data per akhir Desember 2025 menunjukkan capaian yang masih sangat minim.

“Merujuk data Direktorat Jenderal Perkebunan, hingga 26 Desember 2025 yang lolos bongkar raton 2026 di Jawa Timur baru mencapai 5.629 ha dari 29.608 ha usulan,” ujar Khudori, Jumat (2/1/2026).

Persoalan krusial yang membayangi ambisi ini adalah ketersediaan bibit tebu yang memadai. Tanpa pasokan bibit berkualitas dalam jumlah besar, peningkatan produktivitas melalui bongkar raton sulit dicapai secara maksimal.

Secara teoritis, riset menunjukkan bahwa penggantian raton disertai penerapan Good Agricultural Practices (GAP) mampu mendongkrak produktivitas secara fantastis, dari rata-rata 5 ton gula/ha menjadi hingga 20 ton gula/ha.

Namun, Khudori mengingatkan bahwa mereplikasi hasil riset ke skala nasional membutuhkan strategi komprehensif. "Meskipun menjanjikan, memperluas hasil ini menjadi perkebunan skala besar bukan hal mudah: perlu strategi, program, dan rencana aksi komprehensif," tambahnya.

Di tengah sulitnya mengejar target bongkar raton, Khudori menyarankan pemerintah untuk melirik alternatif lain, yakni optimalisasi teknik kepras tebu. Di Thailand, tebu yang dikepras lebih dari tujuh kali terbukti tetap memiliki produktivitas tinggi.

Praktik serupa ternyata sudah dilakukan secara mandiri oleh sejumlah petani di Lumajang, Jawa Timur. Mereka mampu melakukan kepras hingga 8-9 kali namun tetap menghasilkan lebih dari 100 ton tebu per hektare.

“Mengapa ‘praktik baik’ petani tebu di Lumajang ini tidak didalami kemudian ‘resep’-nya ditularkan ke petani lain?” pungkas Khudori. Optimalisasi praktik lokal ini dinilai bisa menjadi solusi cerdas untuk menjaga kestabilan pasokan tebu nasional tanpa harus bergantung sepenuhnya pada target bongkar raton yang sulit terpenuhi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target Produksi Gula 3 Juta Ton Dinilai Ambisius

Target Produksi Gula 3 Juta Ton Dinilai Ambisius

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 16:44 WIB

9 Film Horor Asia Terbaik 2025, Didominasi Thailand dan Indonesia

9 Film Horor Asia Terbaik 2025, Didominasi Thailand dan Indonesia

Entertainment | Rabu, 31 Desember 2025 | 19:23 WIB

Target Swasembada Gula Putih 2026, Mentan Bakal Bongkar 300 Ribu Hektare Lahan Tebu

Target Swasembada Gula Putih 2026, Mentan Bakal Bongkar 300 Ribu Hektare Lahan Tebu

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 11:47 WIB

Terkini

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.652 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.652 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:21 WIB

IHSG Mulai Reborn, Menghijau di Awal Perdagangan Kamis

IHSG Mulai Reborn, Menghijau di Awal Perdagangan Kamis

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:18 WIB

Pasokan Kritis Akibat Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Kembali Melesat ke Level 105 Dolar AS

Pasokan Kritis Akibat Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Kembali Melesat ke Level 105 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:04 WIB

Harga Emas Antam Lompat Tinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Harga Emas Antam Lompat Tinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:48 WIB

Literasi Keuangan Tertinggal dari Inklusi, Mahasiswa Rentan Terjebak Utang di Era Cashless

Literasi Keuangan Tertinggal dari Inklusi, Mahasiswa Rentan Terjebak Utang di Era Cashless

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:43 WIB

OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Efek dan Manajer Investasi, Update Modal Minimal

OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Efek dan Manajer Investasi, Update Modal Minimal

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:37 WIB

Kontraktor Tambang Andalan Perkuat Armada, Bidik Lonjakan Laba 31%

Kontraktor Tambang Andalan Perkuat Armada, Bidik Lonjakan Laba 31%

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:30 WIB

Biaya Logistik RI Membengkak, Kapal Antre Berhari-hari di Pelabuhan

Biaya Logistik RI Membengkak, Kapal Antre Berhari-hari di Pelabuhan

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:21 WIB

Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan

Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18 WIB

Bank Himbara hingga Bank Asing Kebanjiran Dana BI, Total Likuiditas Tembus Rp424,7 Triliun

Bank Himbara hingga Bank Asing Kebanjiran Dana BI, Total Likuiditas Tembus Rp424,7 Triliun

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:16 WIB