- Happy Hapsoro dan Ferry Sudjono resmi masuk sebagai pemegang saham LUCY.
- Investor institusi ramai akumulasi LUCY usai saham terkoreksi lebih dari 76%.
- Saham LUCY bangkit dari sorotan setelah perubahan besar struktur kepemilikan.
Suara.com - Perburuan saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) memasuki babak baru. Setelah harga sahamnya terkoreksi lebih dari 76% dari level tertinggi, emiten pengelola rooftop bar Lucy in The Sky di kawasan SCBD justru menjadi incaran sejumlah investor bermodal besar. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Happy Hapsoro, suami Ketua DPR RI Puan Maharani, yang masuk melalui perusahaan investasinya PT Sentosa Bersama Mitra.
Berdasarkan data kepemilikan saham terbaru, Happy Hapsoro, kini mengempit 75 juta lembar saham atau setara 4,95% saham LUCY. Dengan harga pasar terkini, nilai investasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp48,4 miliar.
Tak hanya itu, pendiri Henan Sekuritas Ferry Sudjono juga tercatat membeli 60 juta saham atau sekitar 3,96% dari total saham beredar LUCY.
Masuknya dua nama besar tersebut turut diikuti sejumlah investor institusi lainnya. HP Capital Resources kini memiliki 4,69% saham LUCY, disusul PT Pijar Investasi Nusantara sebesar 4,62%, PT Nusantara Jaya Kulina 4,62%, serta PT Tata Tirta Datun sebanyak 2,06%.
Masuknya sejumlah investor besar di tengah pelemahan harga saham memunculkan spekulasi bahwa pasar mulai melihat valuasi LUCY semakin menarik setelah mengalami koreksi yang sangat dalam. Dalam praktik investasi, aksi akumulasi investor institusi kerap dibaca sebagai indikasi adanya keyakinan terhadap prospek jangka menengah perusahaan, meski tetap tidak menjadi jaminan harga saham akan segera berbalik naik.
LUCY sendiri merupakan emiten yang bergerak di bisnis hiburan dan gaya hidup. Perseroan mengoperasikan rooftop garden bar Lucy in The Sky sekaligus menyediakan layanan makanan dan minuman, penyelenggaraan pesta, serta berbagai acara hiburan.
Perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 5 Mei 2021 melalui Papan Akselerasi dengan harga penawaran umum perdana Rp100 per saham dan nilai nominal Rp10. Saat IPO, perseroan melepas 337,5 juta saham dan menghimpun dana sebesar Rp33,75 miliar.
Pada awal menjadi perusahaan terbuka, LUCY cukup menyita perhatian publik karena menghadirkan artis Wulan Guritno sebagai salah satu komisaris. Dalam RUPS Tahunan 2026, jajaran komisaris juga diisi oleh Chef Juna (Junior John Rorimpandey) sebagai Komisaris Independen bersama Komisaris Utama Yan Satyananda.
Perjalanan saham LUCY sendiri terbilang sangat dramatis. Selama hampir lima tahun setelah IPO, harga saham bergerak relatif datar di kisaran Rp100 hingga Rp200 per saham.
Situasi berubah drastis pada akhir 2025. Dalam waktu kurang dari empat bulan, saham LUCY melesat dari sekitar Rp111 menjadi Rp2.290 per saham pada 19 Februari 2026. Kenaikan tersebut mencapai sekitar 1.960%, menjadikan LUCY salah satu saham dengan reli paling spektakuler di Bursa Efek Indonesia pada periode tersebut.
Namun reli tersebut tidak bertahan lama. Setelah mencapai puncaknya, saham LUCY berbalik arah dan mengalami tekanan jual yang signifikan. Hingga penutupan perdagangan terakhir, saham LUCY berada di level Rp530 per saham atau telah terkoreksi lebih dari 76% dari posisi tertingginya.
Tekanan terhadap harga saham juga beriringan dengan aksi divestasi besar-besaran yang dilakukan pemegang saham pengendali, PT Delta Wibawa Bersama. Perusahaan tersebut melepas sekitar 378,6 juta saham atau setara 25% kepemilikannya di LUCY, sehingga mengubah komposisi pemegang saham perseroan.