Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

GOTO Diborong BlackRock dan Vanguard, Target Harga Saham Capai Rp 100 Tahun Ini?

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 05 Januari 2026 | 16:32 WIB
GOTO Diborong BlackRock dan Vanguard, Target Harga Saham Capai Rp 100 Tahun Ini?
Ilustrasi logo PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. [Situs GoTo]
  • Manajer investasi global ternama seperti BlackRock dan Vanguard aktif mengakumulasi saham GOTO selama Desember 2025.
  • BlackRock memimpin akumulasi dengan penambahan sekitar 600 juta lembar saham secara bulanan.
  • Aksi beli institusional ini terjadi setelah saham GOTO menekan IHSG sepanjang tahun 2025.

Suara.com - Di tengah fluktuasi indeks yang cukup tajam, sejumlah manajer investasi global ternama dilaporkan mulai mempertebal kepemilikan saham mereka di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Langkah akumulasi ini menjadi sorotan utama, mengingat GOTO merupakan salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar besar yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Data terbaru dari Bloomberg mengungkapkan adanya arus modal masuk yang konsisten dari institusi-institusi raksasa sepanjang Desember 2025.

Nama-nama besar seperti BlackRock, Vanguard, hingga Crédit Agricole tercatat aktif menambah porsi kepemilikan mereka.

Fenomena ini memicu spekulasi di kalangan investor ritel mengenai arah pergerakan harga GOTO di tahun 2026, setelah melewati periode tekanan yang cukup berat sepanjang tahun lalu.

BlackRock dan Vanguard Pimpin Akumulasi Global

Pimpinan arus akumulasi ini tidak lain adalah BlackRock Inc., perusahaan manajemen aset terbesar di dunia. BlackRock dilaporkan melakukan penambahan kepemilikan sekitar 600 juta lembar saham GOTO secara bulanan.

Dengan aksi beli ini, total kepemilikan BlackRock kini menyentuh angka 30,88 miliar lembar saham, atau setara dengan 2,71% dari total saham yang beredar di pasar.

Selain BlackRock, raksasa pengelola dana asal Amerika Serikat lainnya, Vanguard, juga terpantau melakukan penambahan posisi, meski dalam volume yang lebih konservatif.

Perbankan investasi global seperti JPMorgan dan Goldman Sachs pun tidak ketinggalan dengan mencatatkan akumulasi tipis namun konsisten.

Dari Benua Eropa, Crédit Agricole muncul sebagai entitas yang cukup agresif melakukan pembelian bulanan. Kehadiran institusi Eropa ini memberikan sinyal kuat bahwa minat terhadap ekosistem digital Indonesia masih terjaga dengan baik di mata pemodal internasional.

Melihat prospek GOTO, MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness saham GOTO di kisaran 65-68. Target harga pertama 71 dan target harga kedua 73. Stoploss saham GOTO jika jatuh ke bawah 64.

Sedangkan Mandiri Sekuritas pada akhir tahun lalu merekomendasikan buy saham GOTO dengan target harga 100.

Performa GOTO: Antara Tekanan 2025 dan Harapan 2026

Harus diakui bahwa perjalanan saham GOTO sepanjang tahun 2025 bukanlah hal yang mudah bagi para pemegang sahamnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham INET Melesat 25 Persen, Ini Target Harga Setelah Right Issue

Saham INET Melesat 25 Persen, Ini Target Harga Setelah Right Issue

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 14:19 WIB

Proyeksi BRMS Pasca Harga Saham Menguat, Sejumlah Pengamat Ungkap Saran Terbaru

Proyeksi BRMS Pasca Harga Saham Menguat, Sejumlah Pengamat Ungkap Saran Terbaru

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 12:51 WIB

Target Harga BUMI di Tengah Penguatan Saham Berturut-turut, Ini Analisisnya

Target Harga BUMI di Tengah Penguatan Saham Berturut-turut, Ini Analisisnya

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 11:18 WIB

Terkini

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 21:11 WIB

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:47 WIB

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:18 WIB

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:05 WIB

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:27 WIB

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:05 WIB

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:58 WIB

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:57 WIB

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:51 WIB

Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit

Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:17 WIB