Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IHSG Tembus Level 9.000, Menkeu Purbaya: Lanjut Terus!

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 08 Januari 2026 | 15:56 WIB
IHSG Tembus Level 9.000, Menkeu Purbaya: Lanjut Terus!
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (2/1/2026). [Suara.com/Rina]
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi menembus 9.000,54 pada Kamis, 8 Januari 2026, pukul 10.05 WIB.
  • Menteri Keuangan meyakini rekor IHSG menunjukkan kembalinya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
  • Kenaikan IHSG terjadi di tengah pelemahan bursa global yang dipengaruhi isu pasokan minyak dan kebijakan industri pertahanan AS.

Suara.com - Pasar modal Indonesia mencatatkan sejarah baru pada awal tahun 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa dengan menembus level psikologis 9.000,54 pada perdagangan Kamis (8/1) pagi, tepat pukul 10.05 WIB.

Capaian impresif ini disambut optimis oleh pemerintah sebagai sinyal kuat pemulihan ekonomi nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini bahwa performa gemilang bursa domestik ini tidak hanya bersifat sesaat, melainkan akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026.

Menurutnya, kepercayaan investor telah kembali sepenuhnya terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 yang digelar di Jakarta, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa pencapaian IHSG di level 9.000 merupakan cerminan dari persepsi positif dunia internasional. Investor melihat langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah mulai membuahkan hasil nyata pada roda perekonomian.

"Sepertinya akan berkelanjutan terus kenaikannya di tahun 2026 ini. Kalau Anda lihat sempat menembus 9.000," ujar Purbaya. Ia menambahkan bahwa pergerakan indeks ini menandakan pasar mengapresiasi keseriusan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi.

Kenaikan IHSG ini tergolong istimewa karena terjadi di tengah tren pelemahan yang melanda mayoritas bursa saham di kawasan Asia maupun global. Analisis dari Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, turut memperkuat optimisme tersebut dengan menyebutkan bahwa secara teknikal IHSG masih memiliki ruang untuk terus menguat dalam jangka pendek.

Sentimen Global: Isu Pasokan Minyak dan Kebijakan Trump
Meskipun bursa domestik menguat, pasar global sebenarnya sedang berada dalam tekanan akibat sejumlah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dua isu utama yang menjadi sorotan adalah:

Pasokan Minyak Dunia: Pernyataan Trump mengenai potensi penyerahan 50 juta barel minyak dari otoritas sementara Venezuela ke AS telah memicu kekhawatiran akan terjadinya kelebihan pasokan (oversupply) global, yang berisiko menekan harga minyak mentah.
Industri Pertahanan: Sentimen pasar kian terbebani setelah Trump menegaskan larangan pembagian dividen dan aksi pembelian kembali saham (buyback) bagi perusahaan pertahanan sebelum mereka menyelesaikan keluhan administratif yang diajukan pemerintahnya.
Sentimen Domestik: Penyesuaian Target Produksi Mineral dan Batu Bara
Dari dalam negeri, kebijakan strategis pemerintah di sektor komoditas turut memberikan angin segar bagi para pelaku pasar. Pemerintah berencana melakukan pemangkasan target produksi mineral dan batu bara yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026.

Langkah ini diambil sebagai upaya intervensi untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan (supply and demand). Dengan mengendalikan jumlah produksi, pemerintah berharap harga komoditas mineral dan batu bara yang sempat merosot tahun lalu akibat kelebihan pasokan dapat segera pulih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengertian Exercise Saham: Strategi Mengubah Hak Menjadi Kepemilikan Aset

Pengertian Exercise Saham: Strategi Mengubah Hak Menjadi Kepemilikan Aset

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 15:18 WIB

Setelah Himbara, BP BUMN Kini Koleksi Saham BUMN Karya dari Danantara

Setelah Himbara, BP BUMN Kini Koleksi Saham BUMN Karya dari Danantara

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 15:17 WIB

Purbaya Umumkan Defisit APBN 2025 Rp 695,1 Triliun, Nyaris 3 Persen!

Purbaya Umumkan Defisit APBN 2025 Rp 695,1 Triliun, Nyaris 3 Persen!

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 15:02 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB