Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Krisis Air Bersih Jadi Rem Pemulihan Ekonomi Pascabanjir Sumatera

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:06 WIB
Krisis Air Bersih Jadi Rem Pemulihan Ekonomi Pascabanjir Sumatera
Foto udara warga melewati aliran sungai yang menggenangi jalan pascabanjir bandang susulan di Nagari Maninjau, Agam, Sumatera Barat, Jumat (26/12/2025). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wpa]
  • Banjir dan longsor di Sumatra menghambat pemulihan ekonomi masyarakat karena terputusnya akses kritis terhadap air bersih.
  • Pertamina, Elnusa, dan YBH berkolaborasi membangun tujuh unit sumur air pompa di Aceh Tamiang sebagai solusi jangka panjang.
  • Hingga 8 Januari 2026, Pertamina telah mengebor lima sumur dan mendistribusikan 2.165.000 liter air bersih di wilayah terdampak.

Suara.com - Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga memunculkan persoalan ekonomi baru.

Terputusnya akses air bersih pascabencana dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat terdampak.

Air bersih menjadi kebutuhan paling mendasar bagi warga untuk kembali beraktivitas, mulai dari keperluan rumah tangga hingga mendukung kegiatan produktif seperti berdagang, bertani, dan usaha kecil.

Tanpa ketersediaan air bersih, proses pemulihan ekonomi berisiko berjalan lebih lambat dan memperpanjang ketergantungan masyarakat pada bantuan darurat.

Anak-anak pengungsi di Gampong Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. [Suara.com/Iskandar]
Anak-anak pengungsi di Gampong Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. [Suara.com/Iskandar]

PT Pertamina (Persero) bersama PT Elnusa Tbk dan Yayasan Baitul Hikmah (YBH) berkolaborasi menghadirkan solusi penyediaan akses air bersih melalui pembangunan sumur air pompa di wilayah terdampak bencana, khususnya Aceh Tamiang.

Langkah ini dinilai strategis karena menyasar langsung fondasi pemulihan ekonomi masyarakat.

Vice President CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Arfianto, menegaskan pengalaman penanganan bencana menunjukkan air bersih selalu menjadi kebutuhan utama selain logistik dan energi. Akses air yang layak memungkinkan masyarakat segera kembali menjalankan aktivitas harian dan produktif.

"Dari berbagai pengalaman Pertamina dalam mendukung pemulihan bencana di Indonesia, kebutuhan air bersih selalu menjadi kebutuhan utama. Karena itu, kolaborasi ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat dapat segera memperoleh akses air bersih yang layak," ujar Rudi seperti dikutip, Jumat (9/1/2026).

Kolaborasi ini diwujudkan melalui penyerahan tujuh unit alat bor sumur air jacro serta donasi dari Pekerja Elnusa Group. Fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan sumur di titik-titik strategis dengan aktivitas masyarakat yang tinggi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo, menyampaikan pembangunan sumur air pompa merupakan solusi yang cepat, tepat, dan berjangka panjang bagi masyarakat terdampak bencana.

Menurutnya, akses air bersih menjadi fondasi penting agar pemulihan ekonomi tidak terhambat.

"Inisiatif ini tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi pemulihan yang lebih tangguh ke depan. Kami berharap bantuan ini memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam masa pemulihan," jelas Andri.

Hingga kini, Pertamina telah mengebor lima sumur air bersih di Aceh Tamiang serta mereaktivasi 19 sumur eksisting. Selain itu, pengiriman air bersih terus dilakukan dengan 15 truk per hari, dengan total distribusi mencapai 2.165.000 liter hingga 8 Januari 2026.

Upaya penyediaan air bersih ini dinilai tidak hanya penting dalam fase tanggap darurat, tetapi juga krusial untuk mempercepat kebangkitan ekonomi lokal pascabencana.

Dengan tersedianya air bersih, risiko kesehatan dapat ditekan, biaya hidup masyarakat tidak melonjak, dan aktivitas produktif dapat segera berjalan kembali.

"Air bersih bukan hanya kebutuhan masa tanggap darurat, tetapi juga kebutuhan jangka panjang masyarakat pascabencana. Karena itu, Pertamina berkomitmen menyediakan fasilitas air bersih di puluhan titik yang tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat," pungkas Rudi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Susun DIPA 2026, Kemenperin Janji Percepat Penyerapan Anggaran dan Penguatan Dampak Belanja Industri

Susun DIPA 2026, Kemenperin Janji Percepat Penyerapan Anggaran dan Penguatan Dampak Belanja Industri

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 13:33 WIB

OJK Waspadai Efek Domino Operasi Militer AS di Venezuela terhadap Stabilitas Keuangan RI

OJK Waspadai Efek Domino Operasi Militer AS di Venezuela terhadap Stabilitas Keuangan RI

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 11:46 WIB

IHSG Sempat 9.000, Purbaya Percaya Diri: Itu Baru Awal, Akan Naik Terus

IHSG Sempat 9.000, Purbaya Percaya Diri: Itu Baru Awal, Akan Naik Terus

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 17:37 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB