Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak

Dicky Prastya | Suara.com

Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:20 WIB
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai ditemui dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/1/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Defisit APBN 2025 mencapai Rp 695,1 triliun (2,92% PDB), naik dari rencana awal 2,53%.
  • Penyebab defisit melebar adalah peralihan dividen BUMN Rp 80 triliun ke Danantara dan penurunan penerimaan pajak.
  • Menkeu Purbaya berencana memperbaiki Ditjen Pajak, termasuk platform Coretax, sembari menjaga defisit di bawah 3%.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kalau defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Desember 2025 mencapai Rp 695,1 triliun atau 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menkeu Purbaya beralasan kalau defisit APBN 2025 yang hampir tembus ambang batas 3 persen itu terjadi salah satunya karena dividen Badan Usaha Milik Negara Rp 80 triliun kini beralih ke Danantara.

"Saya lihat kan, kita melakukan beberapa effort untuk mengurangi pendapatan karena Rp 80 triliun keluar ke Danantara. Ternyata enggak nutup tuh," kata Purbaya usai ditemui di konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Selain itu, penerimaan negara dari pajak di tahun 2025 juga berkurang ketimbang 2024 lalu. Walhasil itu berpengaruh ke defisit APBN yang kian melebar.

Untuk mengatasinya, Purbaya akan membenahi Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu). Salah satunya adalah platform Coretax.

"Jadi dalam waktu sebulan dua bulan kita akan perbaiki perpajakan kita ya. Ditjen Pajak kita perbaiki. Termasuk penggalakan sistem-sistem yang ada, Coretax segala macam. Termasuk kita lihat ada enggak orang yang masih main-main. Sepertinya masih ada. Jadi kita akan beresin," jelasnya.

Defisit APBN nyaris 3 persen

Diketahui defisit APBN 2025 ini naik dari rencana awal sebesar 2,53 persen. Namun Menkeu Purbaya meyakini kalau Pemerintah tetap patuh menjaga ambang batas defisit 3 persen sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

"Tapi kita tetap jaga, pastikan bahwa defisitnya tidak di atas 3 persen. Defisitnya memang naik ke 2,92 persen dari rencana awal 2,53 persen," katanya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Purbaya beralasan kalau melebarnya defisit APBN demi menjaga ekonomi tetap bisa berekspansi di tengah tekanan global yang tinggi. Ini juga sekaligus menerapkan kebijakan counter cyclical (kontra siklus) yang selama ini digaungkan olehnya.

Bahkan Bendahara Negara mengklaim kalau dirinya bisa membuat defisit APBN menjadi nol persen. Hanya saja itu bakal berdampak ke kacaunya ekonomi.

"Sebenarnya kalau mau saya buat nol defisit juga bisa, saya potong anggaranya. Tapi ekonominya morat-marit," imbuh dia.

Purbaya juga mengapresiasi kinerja dari pegawai Kementerian Keuangan yang memastikan ekonomi bisa tumbuh tanpa mengorbankan sisi kehati-hatian dari fiskal.

"Kalaupun menggelembung, kami pastikan di bawah 3 persen," pungkasnya.

Sementara itu, Keseimbangan Primer mengalami defisit sebesar Rp 180,7 triliun.

Adapun per 31 Desember 2025, pendapatan negara mencapai Rp 2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari outlook APBN 2025.

Pendapatan negara ini terdiri dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp 2.217,9 triliun atau 89 persen, Penerimaan Negara Bukan Pajak Rp 534,1 triliun atau 534,1 atau 104 persen, dan Penerimaan Hibah Rp 4,3 triliun atau 733,3 persen.

Realisasi penerimaan pajak sendiri mencapai Rp 1.917,6 triliun atau 87,6 persen. Lalu Kepabeanan dan Cukai Rp 300,3 triliun atau 99,6 persen.

Sedangkan belanja negara mencapai Rp 3.451,4 triliun atau 95,3 persen terhadap outlook.

Pengeluaran negara ini mencakup Belanja Pemerintah Pusat Rp 2.602,3 triliun atau 96,3 persen dan Transfer ke Daerah Rp 849,0 triliun atau 92,3 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya: Tahun Ini IHSG 10.000 Enggak Susah-susah Amat

Purbaya: Tahun Ini IHSG 10.000 Enggak Susah-susah Amat

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:03 WIB

Krakatau Steel Jaminkan Aset Senilai Rp 13,94 Triliun ke Danantara

Krakatau Steel Jaminkan Aset Senilai Rp 13,94 Triliun ke Danantara

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:00 WIB

Diprotes Pengusaha Sawit soal Aturan DHE, Purbaya Tantang Balik: Saya Kejar!

Diprotes Pengusaha Sawit soal Aturan DHE, Purbaya Tantang Balik: Saya Kejar!

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 11:54 WIB

Purbaya Curhat Kena Omel Prabowo, Banyak Kecurangan di Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Curhat Kena Omel Prabowo, Banyak Kecurangan di Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 11:21 WIB

Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo

Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 10:49 WIB

5 Moge dengan Perawatan dan Pajak Murah, Cocok Buat Tampil Gagah

5 Moge dengan Perawatan dan Pajak Murah, Cocok Buat Tampil Gagah

Otomotif | Jum'at, 09 Januari 2026 | 06:30 WIB

Terkini

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:18 WIB

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:57 WIB

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:53 WIB

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:48 WIB

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:31 WIB

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:25 WIB

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:23 WIB

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:30 WIB