- IHSG mencapai level tertinggi 8.991 pada awal perdagangan Senin, 12 Januari 2026, didorong sentimen positif global.
- Volume transaksi mencapai 4,32 miliar saham dengan nilai Rp 3,07 triliun hingga pukul 09.06 WIB.
- Proyeksi penguatan IHSG didukung kinerja positif bursa Wall Street dan mayoritas indeks saham regional Asia.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau menguat tipis 0,1 persen ke level Rp 16.805 per dolar AS, memberikan sentimen tambahan bagi pasar saham domestik.
Dari aktivitas investor asing, saham BBCA, MINA, dan BUVA menjadi incaran dengan catatan foreign net buy terbesar pada 9 Januari 2026. Sebaliknya, saham BUMI, BMRI, dan AMMN mencatatkan foreign net sell tertinggi.
Untuk saham individual, Samuel Sekuritas menyoroti sejumlah sentimen korporasi, di antaranya BBTN yang membidik pertumbuhan CASA hingga R p5 triliun, SMRA terkait transaksi afiliasi, serta isu sektor energi setelah pemerintah memangkas target produksi batu bara 2026.