Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Senin, 12 Januari 2026 | 09:45 WIB
Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS
Ilustrasi petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah dibuka pada Rp16.839 per dolar AS pada Senin (12/1/2026), melanjutkan pelemahan selama tujuh hari berturut-turut.
  • Mata uang Asia menunjukkan pergerakan bervariasi; Baht Thailand menguat signifikan, sementara Won Korea Selatan melemah terdalam.
  • Pelemahan rupiah dipicu sentimen domestik menanti data ritel, meski ada potensi penguatan akibat isu Powell.

Suara.com - Nilai tukar rupiah masih belum pulih pada pembukaan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Senin (12/1/2026) dibuka pada level Rp16.839 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan ini membuat mata uang garuda sudah sakit selama 7 hari berturut-turut.

Alhasil, rupiah melemah 0,12 persen dibanding penutupan pada Jumat yang berada di level Rp 16.819 dolar AS. Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.834 per dolar AS.

Saat ini, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Salah satunya, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,28 persen.

Selanjutnya, ada dolar Singapura yang terkerek 0,13 persen. Disusul, yen Jepang dan ringgit Malaysia yang sama-sama menanjak 0,09 persen.

Berikutnya, peso Filipina terlihat terangkat 0,07 persen dan yuan China menguat tipis 0,03 persen di pagi ini.

Ilustrasi Won Korea. [Pixabay]
Ilustrasi Won Korea. [Pixabay]

Sedangkan won Korea Selatan kembali jadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,2 persen.

Kemudian ada dolar Taiwan yang turun 0,05 persen dan dolar Hongkong yang melemah tipis 0,006 persen terhadap the greenback.

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah seiring dengan sentimen dalam negeri. Sebab, investor menunggu data penjualan ritel di Indonesia.

baca juga

"Rupiah diperkirakan berpotensi melemah terhadap dolar AS yang masih menguat merespon data-data ekonomi AS pada hari Jumat yang secara umum lebih kuat dari perkiraan. Investor menantikan data penjualan ritel Indonesia pagi ini," katanya saat dihubungi Suara.com.

Namun, investor masih mendalami dampak dari perkembangan terbaru akan penyelidikan kriminal oleh DoJ terhadap Powell. Hal ini bisa membuat rupiah berpeluang menguat.

"Penyidikan kriminal oleh DoJ terhadap Powell menekan dolar AS dan bs sedikit mendukung rupiah. Range Rp16.750-Rp16.850," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Catatan Buruk Rupiah di 2025: Sempat Tembus Rp16.800, Menjadi Mata Uang Terlemah Kedua di Asia

Catatan Buruk Rupiah di 2025: Sempat Tembus Rp16.800, Menjadi Mata Uang Terlemah Kedua di Asia

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 16:27 WIB

Rupiah Konsisten Menguat, Dolar AS Loyo ke Level Rp16.773

Rupiah Konsisten Menguat, Dolar AS Loyo ke Level Rp16.773

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 15:38 WIB

Rupiah Perkasa di Selasa Pagi, Tembus Level Rp 16.781

Rupiah Perkasa di Selasa Pagi, Tembus Level Rp 16.781

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 09:41 WIB

Setelah Libur Panjang, Rupiah Ditutup Lesu di Level Rp 16.788

Setelah Libur Panjang, Rupiah Ditutup Lesu di Level Rp 16.788

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 15:52 WIB

Rupiah Alami Tekanan dari Kebijakan Pemerintah, Dolar AS Perkasa Tembus Rp16.773

Rupiah Alami Tekanan dari Kebijakan Pemerintah, Dolar AS Perkasa Tembus Rp16.773

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 09:42 WIB

Rupiah Terus Menguat, Dolar AS Melemah ke Level Rp16.765

Rupiah Terus Menguat, Dolar AS Melemah ke Level Rp16.765

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 15:54 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:59 WIB

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

×