Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Terancam Tembus Rp17.000

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 12 Januari 2026 | 15:53 WIB
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Tekanan ekonomi global yang belum mereda membuat mata uang Garuda sulit untuk merangkak naik, bahkan berisiko menyentuh level psikologis baru terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Foto Alvian-Suara.com
  • HSBC prediksi Rupiah tembus Rp17.000/USD pada 2026 akibat tekanan ekonomi global.
  • Arus modal asing (FDI dan portofolio) yang lemah jadi pemicu utama sulitnya kurs menguat.
  • BI bidik peluang dolar melemah agar Rupiah bisa pulih dalam 12 bulan ke depan.

Suara.com - Nilai tukar Rupiah diprediksi masih akan menghadapi jalan terjal sepanjang tahun 2026. Tekanan ekonomi global yang belum mereda membuat mata uang Garuda sulit untuk merangkak naik, bahkan berisiko menyentuh level psikologis baru terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Chief Indonesia and India Economist HSBC Global Research, Pranjul Bhandari, memproyeksikan pelemahan ini akan terus membayangi ekonomi domestik jika tidak ada perbaikan signifikan pada arus modal masuk.

"Kami memperkirakan hingga akhir 2026, nilai tukar Rupiah berpotensi berada di kisaran Rp17.000 per dolar AS. Jadi sedikit lebih lemah daripada saat ini," ujar Pranjul dalam acara HSBC Indonesia Economy & Investment Outlook 2026, Senin (12/1/2026).

Meskipun neraca perdagangan Indonesia menunjukkan performa yang positif, hal tersebut belum cukup kuat untuk menopang nilai tukar. Menurut Pranjul, masalah utama Indonesia saat ini adalah lemahnya arus masuk modal, baik di pasar keuangan maupun sektor riil.

Ada dua poin investasi yang harus ditingkatkan pemerintah pertama, aliran dana ke pasar saham dan obligasi (surat utang) perlu ditingkatkan untuk memperkuat likuiditas dolar di dalam negeri. Kedua, investasi asing jangka panjang dalam bentuk pembangunan fisik atau industri belum menunjukkan kekuatan yang diharapkan untuk mendukung stabilitas kurs.

"Menurut saya, baik arus masuk portofolio maupun arus masuk FDI jangka panjang belum begitu kuat," jelas Pranjul.

Meski dibayangi tren pelemahan, harapan untuk kembali ke zona hijau masih terbuka. Pranjul meyakini Bank Indonesia (BI) akan sangat jeli melihat jendela peluang ketika indeks dolar AS (DXY) menunjukkan tanda-tanda melemah.

Momentum tersebut dapat dimanfaatkan BI untuk mengintervensi pasar atau menyesuaikan kebijakan guna menarik Rupiah kembali menguat. Pranjul memandang periode 12 bulan ke depan merupakan masa krusial bagi Rupiah untuk mencoba pulih dan menyeimbangkan posisi di tengah dinamika global.

"Masih ada 12 bulan untuk kita melihat Rupiah bisa kembali pulih di tahun 2026," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 10:48 WIB

Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS

Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 09:45 WIB

Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban

Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:55 WIB

Terkini

Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan

Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 23:25 WIB

Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK

Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 23:15 WIB

Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik

Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 22:21 WIB

IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis

IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 22:07 WIB

Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia

Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 21:25 WIB

Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala

Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 21:18 WIB

Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi

Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 20:42 WIB

PT PGE dan  PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028

PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:58 WIB

Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI

Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB

Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih

Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:24 WIB