- Arsari Group akuisisi 75% Blok Duyung; danai proyek gas Mako senilai Rp5,37 triliun.
- Hashim Djojohadikusumo masuk proyek Natuna; target produksi gas komersial di kuartal IV-2027.
- WNEL tetap jadi operator blok; Nations tanggung 100% biaya pengembangan lapangan gas Mako.
Suara.com - Gurita bisnis Arsari Group, milik pengusaha Hashim Djojohadikusumo yang juga adik Presiden RI Prabowo Subianto, resmi merambah salah satu proyek gas strategis di Indonesia.
Melalui anak usahanya, PT Nations Natuna Barat (Nations), Arsari Group tengah merampungkan akuisisi 75% hak partisipasi (participating interest/PI) di Blok Duyung, Cekungan West Natuna, Kepulauan Riau.
Blok migas tersebut merupakan rumah bagi Lapangan Gas Mako, proyek raksasa yang dikembangkan bersama perusahaan migas asal Australia, Conrad Asia Energy Ltd, dalam skema Kontrak Bagi Hasil Produksi (PSC) Duyung.
Berdasarkan laporan resmi Conrad Asia Energy, perjanjian akuisisi ini telah diteken sejak November 2025 dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada kuartal ketiga 2026.
Dalam kesepakatan tersebut, Nations akan membayar total US$16 juta (sekitar Rp268,88 miliar) kepada anak usaha Conrad, West Natuna Exploration Limited (WNEL), dalam tiga tahap:
- US$5 juta (Rp84,02 miliar): Pada Kuartal I-2026 setelah syarat pendahuluan terpenuhi.
- US$4 juta (Rp67,22 miliar): Pada Kuartal III-2026 setelah transaksi tuntas.
- US$7 juta (Rp117,63 miliar): Saat produksi komersial pertama pada Kuartal IV-2027.
Tak hanya membeli saham mayoritas, Nations juga berkomitmen menyediakan pendanaan untuk 100% biaya pengembangan Lapangan Mako serta modal kerja. Total dana yang dibutuhkan untuk membawa proyek ini hingga tahap produksi pertama diperkirakan mencapai US$320 juta atau setara Rp5,37 triliun.
Meskipun Arsari melalui Nations menjadi pemegang saham mayoritas, WNEL akan tetap mempertahankan 25% PI dan bertindak sebagai operator blok tersebut. CEO Conrad, Miltos Xynogalas, menyambut baik masuknya Arsari Group yang dinilai memiliki rekam jejak kuat di industri hulu migas internasional selama 20 tahun.
"Memiliki mitra lokal yang visi dan kepentingannya sejalan dengan Conrad sangat positif, tidak hanya bagi proyek Mako, tetapi juga bagi industri gas Indonesia secara keseluruhan," ujar Xynogalas, Senin (12/1/2026).
Xynogalas menambahkan bahwa keberhasilan pengumpulan dana ini merupakan pencapaian besar dalam delapan tahun perjalanan Conrad mengembangkan Mako, mulai dari penemuan lapangan hingga penandatanganan kontrak penjualan gas dengan perusahaan listrik terbesar di Indonesia.
Baca Juga: IHSG Gagal Tembus Level 9.000, Investor Panik Langsung Buru-buru Lego Saham
Produksi gas pertama dari Lapangan Mako ditargetkan mulai mengalir pada kuartal keempat 2027. Proyek ini diharapkan menjadi pilar penting dalam memperkuat pasokan energi domestik yang sangat dibutuhkan Indonesia di tengah upaya transisi energi dan penguatan kemandirian ekonomi nasional.