Harga Emas Antam Makin Mahal, Hari Ini Dibanderol Rp 2.652.000/Gram

Achmad Fauzi Suara.Com
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:21 WIB
Harga Emas Antam Makin Mahal, Hari Ini Dibanderol Rp 2.652.000/Gram
Emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) di Jakarta, Selasa (3/3).
Baca 10 detik
  • Harga emas Antam 1 gram pada Selasa, 13 Januari 2026, mencapai Rp 2.652.000, naik Rp 21.000 dari hari sebelumnya.
  • Harga emas dunia (XAU/USD) mendekati USD 4.600 per ons karena ketidakpastian global dan isu Ketua The Fed.
  • Eskalasi geopolitik AS-Iran dan penantian data CPI AS memengaruhi permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 13 Januari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.652.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu terus ke level tertinggi dengan naik Rp 21.000 dibandingkan hari Senin, 12 Januari 2026.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.503.000 per gram.

Harga buyback itu juga melonjak sebesar Rp 19.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.

Seorang karyawan menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) di Butik Emas Antam, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Kamis (23/7/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Seorang karyawan menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) di Butik Emas Antam, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Kamis (23/7/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.376.000
  • Emas 1 Gram Rp 2.652.000
  • Emas 2 gram Rp 5.244.000
  • Emas 3 gram Rp 7.781.000
  • Emas 5 gram Rp 13.035.000
  • Emas 10 gram Rp 26.015.000
  • Emas 25 gram Rp 64.912.000
  • Emas 50 gram Rp 129.412.000
  • Emas 100 gram Rp 259.412.000
  • Emas 250 gram Rp 648.265.000
  • Emas 500 gram Rp 1.296.320.000
  • Emas 1.000 gram Rp 2.592.600.000

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.

Harga Emas Dunia Meroket

Harga emas dunia kembali melanjutkan penguatannya di awal perdagangan Asia, Selasa. Mengutip FXStreet, harga emas spot (XAU/USD) melonjak mendekati level USD 4.600 per ons, setelah sempat terkoreksi dari rekor tertinggi barunya di kisaran USD 4.630 pada sesi sebelumnya.

Kenaikan harga emas terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan risiko geopolitik yang mendorong investor memburu aset aman.

Baca Juga: Emas Antam Melesat ke Harga Tertinggi, Hari Ini Tembus Rp 2.631.000 per Gram

Pasar juga tengah bersikap hati-hati menjelang rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) Amerika Serikat untuk periode Desember yang dijadwalkan rilis pada Selasa waktu setempat.

Sentimen pasar semakin memanas setelah Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, mengungkapkan bahwa dirinya tengah menjalani penyelidikan kriminal. Situasi ini memicu krisis kepercayaan terhadap independensi bank sentral AS dan mendorong volatilitas di pasar keuangan global.

Powell menyebut Departemen Kehakiman AS telah mengeluarkan surat panggilan kepada The Fed dan mengancam akan mengajukan dakwaan kriminal terkait kesaksiannya di hadapan Komite Perbankan Senat pada Juni 2025.

Kesaksian tersebut berkaitan dengan proyek renovasi kantor pusat The Fed di Washington DC senilai USD 2,5 miliar. Powell menilai ancaman tersebut sebagai “dalih” untuk menekan bank sentral agar segera memangkas suku bunga.

Di sisi lain, memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran turut memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe haven. Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberikan konsekuensi tegas apabila Iran menargetkan warga sipil. Sementara itu, Teheran memperingatkan AS dan Israel agar tidak melakukan intervensi apa pun.

Pada Senin, Trump juga mengumumkan kebijakan tarif baru, di mana negara mana pun yang berbisnis dengan Iran akan dikenakan tarif sebesar 25 persen untuk setiap aktivitas perdagangan dengan AS. Kebijakan tersebut semakin menambah kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik geopolitik.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI