Harga Minyak Dunia Terguncang: Geopolitik AS, Iran dan Venezuela Jadi Penentu

M Nurhadi Suara.Com
Selasa, 13 Januari 2026 | 11:21 WIB
Harga Minyak Dunia Terguncang: Geopolitik AS, Iran dan Venezuela Jadi Penentu
Harga minyak dunia [Foto: ANTARA]
Baca 10 detik
  • Pada 12 Januari 2026, harga minyak WTI dan Brent naik karena ancaman tarif Trump terhadap Iran memicu risiko pasokan Timur Tengah.
  • Penyebab kenaikan harga jangka pendek juga berasal dari penurunan produksi OPEC serta instabilitas regional seperti konflik Rusia dan Ukraina.
  • Analis Goldman Sachs memprediksi surplus pasokan dari AS dan Rusia akan menekan harga rata-rata tahun 2026 kembali stabil.

Jika terjadi gangguan fisik nyata pada jalur ekspor, harga minyak memiliki potensi besar untuk menembus zona US$65 hingga US$70 per barel sebagai bentuk penilaian ulang risiko oleh pasar.

Namun, memasuki sisa tahun 2026, tren surplus pasokan diperkirakan akan kembali mendominasi. Tanpa adanya gangguan besar pada fasilitas produksi, harga minyak kemungkinan besar akan bergerak stabil di rentang US$50 hingga US$60 per barel.

Untuk jangka panjang menuju tahun 2030, harga diprediksi akan mengalami pemulihan moderat namun tetap berada di bawah level tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan masifnya investasi pada energi baru dan transisi energi global.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI