Daftar Saham Potensi Indeks MSCI Februari 2026, Ada BUMI Sampai BUVA

M Nurhadi

Selasa, 13 Januari 2026 | 11:45 WIB
Daftar Saham Potensi Indeks MSCI Februari 2026, Ada BUMI Sampai BUVA
Ilustrasi saham-saham masuk list MSCI [Suara.com/Hadi]
baca 10 detik
  • Rebalancing indeks MSCI pada Februari 2026 berpotensi memicu arus modal asing besar ke saham pilihan di Bursa Efek Indonesia.
  • Emiten seperti BUMI dan PANI diprediksi menjadi kandidat kuat masuk Indeks Global Standard dengan potensi dana masuk signifikan.
  • Faktor penentu utama kriteria MSCI adalah kapitalisasi pasar dan transparansi kepemilikan saham publik atau free float.

Suara.com - Pasar modal Indonesia kini tengah bersiap menyambut momentum tahunan yang paling dinanti para investor institusi, yaitu rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada periode Februari 2026.

Perubahan komposisi indeks global ini menjadi katalis penting karena berpotensi menggerakkan arus modal asing (foreign inflow) dalam jumlah besar ke saham-saham pilihan.

Berdasarkan riset terbaru dari Samuel Sekuritas Indonesia dan Mirae Asset Sekuritas, terdapat pergeseran signifikan dalam peta kekuatan emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sementara beberapa nama besar terancam terdepak, sejumlah emiten lainnya justru menunjukkan peluang besar untuk naik kelas ke jajaran indeks bergengsi tersebut.

Kandidat Terkuat Penghuni Baru MSCI Global Standard

Fokus utama pasar tertuju pada saham-saham yang diproyeksikan masuk ke dalam kategori MSCI Indonesia Global Standard. Berikut adalah deretan emiten yang memiliki peluang paling besar:

PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

Emiten batubara hasil kolaborasi Grup Bakrie dan Salim ini disebut sebagai kandidat paling unggul. Dengan kapitalisasi pasar menyentuh angka US$ 10,3 miliar dan free float sebesar 28,3%, BUMI memiliki likuiditas yang sangat cair.

Nilai transaksi harian rata-ratanya yang mencapai US$ 36,7 juta menjadi daya tarik utama. Jika resmi masuk, BUMI diperkirakan akan diserbu dana asing sebesar US$ 180 hingga 300 juta.

baca juga

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)

Perusahaan properti raksasa ini memiliki kapitalisasi pasar fantastis sekitar US$ 13,3 miliar. Meskipun rasio free float (15,9%) lebih rendah dibanding BUMI, PANI tetap menjadi bidikan utama karena ukurannya yang memenuhi syarat dasar. Potensi aliran dana masuk bagi PANI diprediksi setara dengan BUMI, yakni di kisaran US$ 180–300 juta.

Samuel Sekuritas memperkirakan aliran modal asing jumbo akan menyerbu dua emiten raksasa, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), apabila keduanya resmi masuk ke dalam indeks MSCI Global Standard.

Estimasi nilai dana asing yang masuk (foreign inflow) diprediksi berada di kisaran US$ 180 juta hingga US$ 300 juta (sekitar Rp 3 triliun - Rp 5 triliun).

PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR)

Di sektor pertambangan, ADMR terus dipantau sebagai kandidat potensial. Peningkatan likuiditas transaksi harian dan performa operasional yang stabil menempatkan saham ini pada jalur yang tepat untuk menembus standar terbaru MSCI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Mulai Tunjukkan Tanda Overbought, Ini Saham-saham Rekomendasi Hari Ini

IHSG Mulai Tunjukkan Tanda Overbought, Ini Saham-saham Rekomendasi Hari Ini

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 10:26 WIB

IHSG Berbalik Menguat di Selasa Pagi, Kembali ke Level 8.900

IHSG Berbalik Menguat di Selasa Pagi, Kembali ke Level 8.900

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 09:12 WIB

IHSG di Titik Krusial, Tetap Berpotensi Rebound Meski Waspada Koreksi Lanjutan

IHSG di Titik Krusial, Tetap Berpotensi Rebound Meski Waspada Koreksi Lanjutan

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 08:08 WIB

Terkini

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:58 WIB

×