Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Bikin Gonjang-ganjing Global, RI Bakal Pangkas Produksi Batu Bara ke 600 Juta Ton di 2026

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 13 Januari 2026 | 15:09 WIB
Bikin Gonjang-ganjing Global, RI Bakal Pangkas Produksi Batu Bara ke 600 Juta Ton di 2026
Kapal Angkut Batubara. (Foto: Antaranews.com)
  • ESDM targetkan produksi batu bara 2026 turun ke 600 juta ton demi jaga harga.
  • Indonesia pasok 43% batu bara dunia, picu ketidakseimbangan suplai dan permintaan.
  • APBI ingatkan risiko pada serapan tenaga kerja dan kontrak jasa akibat pemangkasan.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mengambil langkah berani untuk menjaga stabilitas pasar komoditas nasional.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mensinyalir akan melakukan pemangkasan produksi batu bara nasional menjadi kisaran 600 juta ton pada tahun 2026 melalui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Langkah ini diambil menyusul evaluasi terhadap tingginya suplai Indonesia di pasar global. Pada 2025, dari total produksi 790 juta ton, Indonesia menyuplai sekitar 514 juta ton atau 43% dari total perdagangan batu bara dunia. Besarnya suplai ini dinilai menjadi pemicu utama turunnya harga akibat ketidakseimbangan supply and demand.

Menanggapi rencana tersebut, Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) memberikan catatan penting. Direktur Eksekutif APBI, Gita Mahyarani, menyatakan bahwa meski pemangkasan dapat mendongkrak harga dalam jangka pendek, penetapan angka produksi tersebut masih dalam tahap pembahasan.

"Harga batu bara tidak hanya ditentukan oleh faktor produksi, tapi juga dinamika permintaan global, kebijakan energi, hingga sentimen geopolitik," ujar Gita (13/1/2026).

APBI mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati terhadap dampak turunan dari kebijakan ini. Pemangkasan kuota berarti akan ada penyesuaian besar pada utilisasi alat berat dan kontrak jasa pertambangan, kesejahteraan tenaga kerja yang berisiko terdampak efisiensi dan daya saing Indonesia di pasar internasional.

"Kebijakan perlu memberi ruang adaptasi agar tekanan terhadap tenaga kerja dapat diminimalkan. Kami berharap evaluasi dilakukan secara transparan dan tepat waktu," tambah Gita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lifting Minyak Bumi Lewati Target APBN, Pertama dalam Satu Dekade Terakhir

Lifting Minyak Bumi Lewati Target APBN, Pertama dalam Satu Dekade Terakhir

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 12:34 WIB

Bahlil Sebut Mandatori B40 Bikin Keuangan Negara Tokcer, Mau Setop Impor Solar di 2026

Bahlil Sebut Mandatori B40 Bikin Keuangan Negara Tokcer, Mau Setop Impor Solar di 2026

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 11:17 WIB

Soal Kenaikan DMO, Bahlil: Kebutuhan Dalam Negeri Harus Dipenuhi Dulu

Soal Kenaikan DMO, Bahlil: Kebutuhan Dalam Negeri Harus Dipenuhi Dulu

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 20:37 WIB

Terkini

Rupiah Melemah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar, Bagaimana Nasib Harga Pertalite?

Rupiah Melemah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar, Bagaimana Nasib Harga Pertalite?

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:00 WIB

MSCI Berlaku Hari Ini, IHSG Berakhir di Zona Merah ke Level 6.127

MSCI Berlaku Hari Ini, IHSG Berakhir di Zona Merah ke Level 6.127

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:50 WIB

Naik ke Papan Utama, Emiten Berpeluang Diburu Investor Asing

Naik ke Papan Utama, Emiten Berpeluang Diburu Investor Asing

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:11 WIB

Begini Cara Emiten TAPG Perkuat Aspek ESG

Begini Cara Emiten TAPG Perkuat Aspek ESG

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:02 WIB

Tak Hanya Pertamina, Pemerintah Justru Bolehkan Lemigas Impor Minyak Mentah

Tak Hanya Pertamina, Pemerintah Justru Bolehkan Lemigas Impor Minyak Mentah

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:52 WIB

Emiten-emiten Konglomerat Mulai Komentar Soal Ekspor Satu Pintu Lewat DSI

Emiten-emiten Konglomerat Mulai Komentar Soal Ekspor Satu Pintu Lewat DSI

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:10 WIB

Anak Menkeu Purbaya Tak Pikirin Rupiah Loyo Saat Kuliah di AS, Bayar Pakai Bitcoin!

Anak Menkeu Purbaya Tak Pikirin Rupiah Loyo Saat Kuliah di AS, Bayar Pakai Bitcoin!

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:29 WIB

Penguatan Industri Bahan Baku Kunci Jaga Ketahanan Industri di Tengah Pelemahan Rupiah

Penguatan Industri Bahan Baku Kunci Jaga Ketahanan Industri di Tengah Pelemahan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:15 WIB

Anak Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Dicekek Terus! Nyaris Ulang Krisis 1998

Anak Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Dicekek Terus! Nyaris Ulang Krisis 1998

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rupiah 'Kena Mental'! Dolar Singapura Tembus Rp14.000, Pertama Dalam Sejarah RI

Rupiah 'Kena Mental'! Dolar Singapura Tembus Rp14.000, Pertama Dalam Sejarah RI

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:20 WIB