Gelontorkan Rp 335 Triliun, Pemerintah Jamin Program MBG Tak Terkendala Anggaran

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:09 WIB
Gelontorkan Rp 335 Triliun, Pemerintah Jamin Program MBG Tak Terkendala Anggaran
Petugas menjelaskan kandungan gizi kepada siswa saat mendistribusikan paket makanan menu kuliner nusantara untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Tanjunganom 3, Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (8/1/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Mada/nz]
Baca 10 detik
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjamin pendanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) aman dari APBN 2026.
  • Pemerintah mengalokasikan anggaran MBG senilai Rp 335 triliun, dengan pembayaran di awal sebelum proses produksi makanan.
  • Program MBG diperkirakan menyerap sekitar 3 juta tenaga kerja dan memberikan efek signifikan pada pertumbuhan ekonomi.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dari sisi pendanaan. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan anggaran besar melalui APBN untuk menjamin keberlanjutan program tersebut.

Hal itu disampaikan Airlangga saat memberikan keterangan di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Selasa (13/1/2025). Ia menyebut, pemerintah telah mengalokasikan anggaran MBG sebesar Rp 335 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

"Dan jaminannya itu APBN tahun ini menyiapkan untuk MBG Rp 335 triliun, jadi aman," ujar Airlangga.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa efektivitas diskon ini terlihat jelas pada moda kereta api. Foto Fakhri-Suara.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa efektivitas diskon ini terlihat jelas pada moda kereta api. Foto Fakhri-Suara.com

Menurutnya, kehadiran dunia usaha, termasuk Kadin, menjadi faktor penting dalam menopang pelaksanaan MBG. Ia mengapresiasi, keterlibatan Kadin yang telah berpartisipasi langsung dalam pengelolaan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Airlangga menyoroti kontribusi Kadin yang ikut mengelola sekitar 1.000 dapur dari total 30 ribu dapur MBG yang direncanakan. Partisipasi tersebut dinilai memperkuat ekosistem program sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan pangan di tingkat akar rumput.

Ia menjelaskan, model bisnis SPPG dalam program MBG juga dinilai sehat. Skema pembayaran dilakukan di awal sebelum proses produksi makanan berjalan, sehingga arus kas pengelola dapur relatif terjaga.

"Dan bisnis model SPPG ini luar biasa. Karena dibayar di awal, baru memproduksi. Sehingga sebetulnya cash flow-nya bagus," kata Airlangga.

Airlangga mengungkapkan, dari hasil pemantauan pemerintah, sejumlah pengelola dapur MBG yang telah berjalan bahkan berencana menambah unit baru. Di beberapa daerah, minat masyarakat untuk terlibat dalam pendirian SPPG juga terus meningkat.

Ia mencontohkan, di wilayah Lamongan, muncul inisiatif masyarakat secara berkelompok untuk mendirikan SPPG. Hal ini menunjukkan program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di daerah.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Insentif Lebaran 2026, Ada Diskon Tiket Pesawat

Dari sisi besaran anggaran, Airlangga menyebut dana Rp 335 triliun tersebut akan mengalir secara bertahap. Per kuartal, nilai belanja MBG diperkirakan bisa mencapai hampir Rp 80 triliun.

Ia membandingkan, stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah pada kuartal pertama tahun lalu nilainya berada di kisaran Rp 37 triliun. Dengan nilai MBG yang hampir dua kali lipat per kuartal, efek pengganda terhadap perekonomian dinilai sangat signifikan.

Airlangga memperkirakan, implementasi penuh program MBG berpotensi menyerap hingga 3 juta tenaga kerja. Serapan tenaga kerja tersebut diyakini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kalau program ini meluncur di grassroot Rp 80 triliun tentu mempunyai efek terhadap pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI