Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kurs Uang Rial Ambruk 1.457.000 rial per Dolar AS, Nilainya Jauh di Bawah Rupiah

M Nurhadi

Rabu, 14 Januari 2026 | 11:37 WIB
Kurs Uang Rial Ambruk 1.457.000 rial per Dolar AS, Nilainya Jauh di Bawah Rupiah
Bendera Iran
baca 10 detik
  • Rial Iran mencapai rekor terendah historis pada awal 2026, kehilangan nilainya 20.000 kali lipat sejak Revolusi 1979.
  • Keterpurukan ekonomi dipicu sanksi PBB dan UE September 2025, mengakibatkan penurunan pendapatan ekspor minyak signifikan.
  • Inflasi tahunan Iran mencapai 42,2% pada Desember 2025, memicu pelarian modal dan protes sosial besar di Teheran.

Suara.com - Kondisi ekonomi Iran memasuki fase yang sangat mengkhawatirkan pada awal 2026. Mata uang nasional negara tersebut, Rial (IRR), mencatatkan rekor terendah sepanjang sejarah dengan nilai tukar menembus 1.457.000 rial per dolar AS.

Jika menilik ke belakang, kehancuran nilai ini sangat dramatis. Pada saat Revolusi 1979, 1 dolar AS hanya setara dengan 70 rial.

Artinya, dalam kurun waktu empat dekade, Rial telah kehilangan nilainya sebanyak 20 ribu kali lipat. Berdasarkan laporan Euro News per Rabu (14/1/2026), keterpurukan ini diperparah oleh gelombang demonstrasi massa serta tekanan diplomatik yang kian menyesakkan.

Ambruknya nilai tukar Rial tidak terlepas dari kebijakan global yang mengisolasi Teheran.

Pada September 2025, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberlakukan kembali sanksi yang sangat ketat setelah kegagalan negosiasi pembatasan nuklir. Sanksi ini meliputi:

  1. Embargo Senjata: Larangan perdagangan alat pertahanan konvensional.
  2. Pembatasan Rudal: Pengetatan terhadap program rudal balistik.
  3. Pembekuan Aset: Penutupan akses terhadap cadangan devisa di luar negeri.

Selain PBB, Uni Eropa turut memperketat sanksi karena isu hak asasi manusia (HAM) serta keterlibatan Iran dalam menyuplai drone tempur untuk konflik Rusia-Ukraina.

Akibatnya, Iran kehilangan sekitar 20% potensi pendapatan ekspor minyaknya karena harus melalui jalur distribusi ilegal yang mahal guna menghindari pantauan Amerika Serikat.

Data resmi mencatat inflasi tahunan Iran menyentuh angka 42,2% pada Desember 2025. Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi kenaikan harga barang konsumsi akan terus berada di level tinggi sepanjang 2026.

Kondisi ini menciptakan lingkaran setan ekonomi:

baca juga
  • Harga Barang Impor Melonjak: Karena Rial sangat lemah, biaya impor bahan pokok seperti gandum, minyak goreng, dan obat-obatan melambung tinggi.
  • Pelarian Modal: Masyarakat yang kehilangan kepercayaan pada Rial berbondong-bondong memindahkan simpanan mereka ke dalam bentuk dolar AS, emas, atau properti.
  • Krisis Likuiditas: Tingginya permintaan dolar di pasar gelap semakin menekan nilai Rial ke titik nadir.

Perbandingan Kurs: Rial Iran vs Rupiah Indonesia

Meskipun Rupiah sering dianggap memiliki angka nominal yang besar, nilai Rial jauh lebih rendah. Berdasarkan data valuta asing terbaru, kurs Rial terhadap Rupiah berada di kisaran:

1 IRR ≈ Rp0,40

1.000 IRR ≈ Rp401

100.000 IRR ≈ Rp40.130

Secara numerik, Rial Iran saat ini merupakan salah satu mata uang dengan nilai terendah di dunia. Sebagai gambaran, jika pada tahun 2015 satu dolar AS setara 32.000 rial, kini nilainya telah merosot lebih dari 4.000% dalam sepuluh tahun terakhir.

Gejolak ekonomi ini memicu ketidakpuasan sosial yang masif. Protes pecah di pusat-pusat perdagangan seperti Grand Bazaar di Teheran karena para pedagang kesulitan mematok harga akibat volatilitas kurs yang ekstrem.

Pemerintah Iran sempat mengusulkan langkah reformasi berupa redenominasi, yakni pemangkasan beberapa angka nol pada nilai nominal mata uang untuk menyederhanakan transaksi.

Namun, para analis menilai langkah ini hanyalah solusi kosmetik atau simbolis. Tanpa adanya kestabilan politik dan pencabutan sanksi internasional, kebijakan teknis tersebut tidak akan mampu menyentuh akar permasalahan inflasi yang kronis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.867

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.867

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 09:35 WIB

Rupiah Masih Keok Lawan Dolar AS, Ditutup di Level Rp 16.876

Rupiah Masih Keok Lawan Dolar AS, Ditutup di Level Rp 16.876

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 16:53 WIB

Cek Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA Hari Ini

Cek Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA Hari Ini

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 12:02 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:59 WIB

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

×