Mengapa Proyek Monorel Jakarta Gagal Terbangun?

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:05 WIB
Mengapa Proyek Monorel Jakarta Gagal Terbangun?
Pengendara melintas di dekat tiang bekas proyek monorel Jakarta di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (2/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi memulai proses pembongkaran 109 tiang monorel Jakarta. 
  • Proyek monorel Jakarta (Jakarta Eco Transport) terjebak dalam pusaran masalah yang kompleks.
  • sistem monorel dinilai kalah efisien dibandingkan MRT dan LRT dalam hal daya angkut penumpang per jam.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi memulai proses pembongkaran 109 tiang monorel yang telah mangkrak selama hampir 22 tahun di sepanjang Jalan Rasuna Said hingga Senayan, Rabu (14/1/2026).

Langkah ini tidak hanya menandai penataan estetika kota, tetapi juga menjadi titik akhir dari salah satu sejarah kegagalan investasi infrastruktur terbesar di ibu kota.

Lantas mengapa proyek Monorel Jakarta gagal?

Meski sempat dicanangkan pada tahun 2004 oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, proyek monorel Jakarta (Jakarta Eco Transport) terjebak dalam pusaran masalah yang kompleks.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat tiga faktor utama kegagalan proyek ini:

1. Ketidakpastian Skema Finansial: Proyek ini terlalu bergantung pada pendanaan swasta murni tanpa jaminan pemerintah yang memadai. Akibatnya, investor ragu terhadap tingkat pengembalian modal (Internal Rate of Return) yang ditawarkan.

2. Sengketa Ganti Rugi: Terjadi kebuntuan nilai ganti rugi tiang antara pemegang konsesi, PT Jakarta Monorail (JM), dengan kontraktor pelaksana, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Sengketa ini mencapai angka ratusan miliar rupiah dan tidak menemui titik temu selama dua dekade.

3. Ketidaklayakan Teknis: Seiring berkembangnya teknologi, sistem monorel dinilai kalah efisien dibandingkan MRT dan LRT dalam hal daya angkut penumpang per jam (pax per hour per direction).

Proyek ini memiliki sejarah kepemilikan yang berliku dimana penggagasnya adalah era Gubernur Sutiyoso (1997-2007) sebagai bagian dari Pola Transportasi Makro. Saat itu pemegang konsesi nya adalah PT Jakarta Monorail (JM), yang sempat melibatkan Ortus Holdings (Edward Soeryadjaya) saat upaya revitalisasi tahun 2013.

baca juga

Sementara penggarap proyek adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk, yang membangun tiang-tiang tersebut namun menghentikan pengerjaan karena masalah pembayaran dari PT JM.

Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Sutiyoso mengenang kembali awal mula munculnya ide pembangunan monorel Jakarta. Dia merasa lega atas pembongkaran tiang monorel di Rasuna Said setelah hampir 22 tahun mangkrak.

"Jujur saja, hari ini hati saya lega sekali dengan adanya kepastian yang dicanangkan oleh Pak Gubernur Pramono," kata Sutiyoso saat menghadiri peninjauan pemotongan tiang monorel di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Sutiyoso bercerita gagasan monorel muncul pada awal 2000-an ketika Pemprov DKI mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan Jakarta. Saat itu, ia mengumpulkan para pakar transportasi dari berbagai universitas untuk merancang jaringan transportasi makro ibu kota.

"Hasil kajian itu menyimpulkan Jakarta perlu empat moda transportasi utama, yaitu MRT bawah tanah, monorel di atas, busway, dan waterway, yang terintegrasi satu sama lain," ujarnya.

Ia mengaku melakukan studi banding ke sejumlah negara, termasuk Kolombia, Filipina, dan Thailand. Dari sana, monorel dinilai sebagai moda transportasi massal yang cocok untuk kondisi kota besar, seperti Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Bea Cukai, Purbaya Kini Ancam Pegawai Pajak: Rotasi ke Tempat Terpencil hingga Dirumahkan

Usai Bea Cukai, Purbaya Kini Ancam Pegawai Pajak: Rotasi ke Tempat Terpencil hingga Dirumahkan

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 15:46 WIB

Ada Bantuan Hukum ke Pegawai Pajak, Purbaya Klarifikasi: Masih Pegawai, Tak Ada Intervensi

Ada Bantuan Hukum ke Pegawai Pajak, Purbaya Klarifikasi: Masih Pegawai, Tak Ada Intervensi

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31 WIB

Purbaya Kejar Perusahaan Baja Pengemplang Pajak asal China, Curiga Orang Dalam Terlibat

Purbaya Kejar Perusahaan Baja Pengemplang Pajak asal China, Curiga Orang Dalam Terlibat

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 15:14 WIB

Terkini

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:02 WIB

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

×