- IHSG mencapai rekor tertinggi baru 9.032,58 pada 14 Januari 2026, didukung *net buy* asing Rp1,10 triliun.
- Pemerintah mendorong proyek gasifikasi batu bara menjadi DME tahun ini sebagai strategi substitusi impor LPG.
- OJK memberlakukan POJK 33/2025 per 1 Januari 2026 untuk memperketat penilaian kesehatan industri keuangan non-bank.
Meski demikian, para analis mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking).
Mengingat hari perdagangan terakhir pekan ini (Kamis, 15/1) menjelang libur panjang (long weekend), koreksi sehat di rentang support 8.950–9.000 sangat mungkin terjadi.
Berikut adalah beberapa saham pilihan (top picks) dari sejumlah sekuritas:
BNI Sekuritas: INDY, INCO, MBMA, ADRO, NCKL, dan KIJA.
Phintraco Sekuritas: BRIS, BMRI, BBTN, PSAB, dan SSIA.
DISCLAIMER: Pergerakan harga saham sangat fluktuatif dan dipengaruhi oleh sentimen pasar serta kondisi ekonomi makro. Artikel ini disusun untuk tujuan informasi ekonomi dan bisnis, bukan merupakan perintah atau rekomendasi jual-beli saham tertentu. Segala keputusan investasi dan risiko yang menyertainya sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi investor.