Bos Danantara Buka Suara Kapan BUMN Tekstil Dibentuk

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 15 Januari 2026 | 19:18 WIB
Bos Danantara Buka Suara Kapan BUMN Tekstil Dibentuk
Kepala BPI Danantara, Rosan Roelani. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
baca 10 detik
  • Kepala Danantara Rosan Roeslani masih menimbang usulan pembentukan BUMN tekstil dengan anggaran USD 6 miliar.
  • Danantara memprioritaskan investasi berdasarkan studi kelayakan, terutama dampak penciptaan lapangan kerja besar.
  • Pemerintah menyiapkan dana USD 6 miliar untuk sektor tekstil sesuai arahan Presiden demi stabilitas sosial ekonomi.

Suara.com - Kepala Danantara, Rosan Roeslani belum bisa memastikan usulan pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor tekstil dalam waktu dekat. Menurutnya, kebijakan yang akan dibuat dengan anggaran USD 6 miliar untuk menyelamatkan tenaga kerja di sektor padat karya itu masih dalam pertimbangan.

Rosan mengatakan, setiap keputusan investasi yang dilakukan Danantara akan melalui kajian menyeluruh. Seluruh rencana investasi, termasuk di sektor tekstil, dilakukan berdasarkan feasibility study atau penilaian komprehensif dari berbagai aspek.

"Kita ini di daerah-daerah semuanya tentunya kita melakukan investasi yang kita lakukan itu sudah dalam feasibility study atau assessment yang penuh dari segala macam sektor," ujar Rosan di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Pabrik Kimia dan Serat PT Asia Pacific fibers Tbk. yang ditutup permanen. [Instagram].
Pabrik Kimia dan Serat PT Asia Pacific fibers Tbk. yang ditutup permanen. [Instagram].

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah kriteria dan parameter yang menjadi dasar sebelum Danantara masuk ke suatu sektor. Salah satu parameter utama yang menjadi perhatian adalah penciptaan lapangan kerja.

"Tentunya juga kita kan ada kriteria-kriteria atau parameter-parameter yang harus kita penuhi. Termasuk juga parameter yang kita masuk itu adalah lapangan pekerjaan," ucap Rosan.

Menurutnya, Danantara terbuka untuk menerima investasi dengan tingkat pengembalian yang lebih rendah, selama dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja dinilai besar. Dalam konteks ini, sektor tekstil disebut memiliki keunggulan.

"Mungkin ya, we are willing, kita terbuka untuk menerima, misalnya investasi yang secara return mungkin lebih rendah dari parameter kita apabila penjualan lapangan pekerjaan lebih tinggi. Mungkin tekstil kan salah satu yang dari segi pencapaian kita lapangan pekerjaan itu sangat besar," kata Rosan.

Rosan juga menyinggung peluang masuknya Danantara pada aset-aset industri yang tengah mengalami tekanan atau distress asset. Selama terdapat keyakinan dapat dilakukan perbaikan dan restrukturisasi secara maksimal, opsi tersebut masih terbuka.

"Apalagi kalau itu sudah termasuk dalam distress asset. Kita lihat selama kita yakin bahwa nanti kita bisa turn around perusahaan itu melakukan restrukturasi secara maksimal," ungkapnya.

baca juga

Ia menambahkan, pendekatan serupa sebelumnya telah dilakukan pada sejumlah perusahaan BUMN lain yang membutuhkan penanganan menyeluruh. Penyiapan tidak hanya menyangkut permodalan, tetapi juga aspek pasar dan kepastian penyerapan produk.

"Seperti yang kita lakukan misalnya di perusahaan-perusahaan BUMN lainnya yang memang perlu mendapatkan penyiapan secara keseluruhan tidak hanya dari permodalitas saja tapi juga dari marketnya, dari off-takernya dan lain-lain," tutur Rosan.

Terkait bentuk entitas yang akan dibangun di sektor tekstil, Rosan menegaskan belum ada keputusan final. Danantara masih mengkaji berbagai opsi yang memungkinkan. "Kita masih lihat opsi-opsinya," kata Rosan.

Saat ditanya lebih lanjut apakah langkah tersebut akan diwujudkan melalui pembentukan BUMN baru, Rosan kembali menegaskan belum ada kepastian. "Belum," ucapnya singkat.

Guyur USD 6 Miliar

Sebelumnya, Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar USD 6 miliar untuk menjaga keberlangsungan industri padat karya, khususnya di bidang tekstil. Industri ini disebut merupakan salah satu penyerap tenaga kerja di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Total Investasi ke RI Melesat di 2025 Capai Rp 1.931,2 Triliun

Total Investasi ke RI Melesat di 2025 Capai Rp 1.931,2 Triliun

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:21 WIB

Airlangga Ungkap Pemerintah Siapkan Dana 6 Miliar USD demi Bentuk BUMN Tekstil Baru

Airlangga Ungkap Pemerintah Siapkan Dana 6 Miliar USD demi Bentuk BUMN Tekstil Baru

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:07 WIB

Saham-saham Tekstil Langsung ARA Usai Pemerintah Siapkan Suntikan Dana Triliunan

Saham-saham Tekstil Langsung ARA Usai Pemerintah Siapkan Suntikan Dana Triliunan

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 15:18 WIB

Terkini

Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja

Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja

Kalbar | Kamis, 03 September 2026 | 22:30 WIB

Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan

Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan

Video | Kamis, 03 September 2026 | 22:20 WIB

Masih Ada BPR yang Bakal Ditutup, Bagaimana Nasib Tabungan Nasabah?

Masih Ada BPR yang Bakal Ditutup, Bagaimana Nasib Tabungan Nasabah?

Video | Kamis, 03 September 2026 | 22:15 WIB

'Alasannya Mengada-ada!' Sudaryono Batalkan Proyek LED Rp535 M BGN Era Dadan Cs

'Alasannya Mengada-ada!' Sudaryono Batalkan Proyek LED Rp535 M BGN Era Dadan Cs

News | Kamis, 03 September 2026 | 22:02 WIB

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Pastikan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Pastikan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Video | Kamis, 03 September 2026 | 21:55 WIB

Link Live Streaming Timnas Indonesia U-20 vs Laos Malam Ini: Garuda Muda Unggul 2-0 Babak I

Link Live Streaming Timnas Indonesia U-20 vs Laos Malam Ini: Garuda Muda Unggul 2-0 Babak I

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 21:53 WIB

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Janji Beri Modal Usaha untuk Warga

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Janji Beri Modal Usaha untuk Warga

News | Kamis, 03 September 2026 | 21:52 WIB

Febrie Bungkam Usai Dicecar Tim 9 Kejagung 50 Pertanyaan!

Febrie Bungkam Usai Dicecar Tim 9 Kejagung 50 Pertanyaan!

News | Kamis, 03 September 2026 | 21:50 WIB

PJOK Demutualisasi Bursa Akan Perbolehkan Danantara Kuasai Lebih dari 5 Persen Saham BEI

PJOK Demutualisasi Bursa Akan Perbolehkan Danantara Kuasai Lebih dari 5 Persen Saham BEI

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 21:47 WIB

Karhutla Sumsel Belum Usai, Ini 4 Harapan Publik untuk Herman Deru di Tengah Kabut Asap

Karhutla Sumsel Belum Usai, Ini 4 Harapan Publik untuk Herman Deru di Tengah Kabut Asap

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 21:45 WIB

×