Airlangga Yakin Lahan Papua Lebih Bagus untuk Food Estate Ketimbang Australia

Dicky Prastya Suara.Com
Kamis, 15 Januari 2026 | 18:34 WIB
Airlangga Yakin Lahan Papua Lebih Bagus untuk Food Estate Ketimbang Australia
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui di kantornya pada Senin (13/10/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan tanah Merauke lebih unggul daripada Australia untuk food estate.
  • Para ahli Australia meyakini Merauke lebih baik untuk pertanian tebu dibandingkan Australia karena kualitas tanahnya.
  • Merauke ditetapkan sebagai lumbung pangan nasional fokus pada pengembangan tebu dan etanol yang didukung riset bibit.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim kalau lahan Merauke di Papua lebih bagus untuk dijadikan food estate ketimbang Australia.

Menko Perekonomian mengklaim kalau penilaian itu diperoleh dari para ahli asal Australia. Menurutnya, kualitas tanah di Merauke, Papua, lebih baik dibandingkan Australia.

"Kalau dari berbagai expert dari Australia, mengatakan apa yang tanah daripada di Merauke dibandingkan Australia itu lebih baik," katanya saat di Menara Kadin, dikutip Kamis (15/1/2026).

Pembangunan Food Estate di Humbang Hasundutan. (Dok: Kementerian PUPR)
Ilustrasi Food Estate. Foto: Pembangunan Food Estate di Humbang Hasundutan. (Dok: Kementerian PUPR)

Airlangga menyebut, para ahli dari Australia juga percaya bahwa Merauke bisa dikembangkan menjadi lumbung pertanian. Lebih lagi para ahli juga percaya kalau tebu adalah tanaman asli Papua.

"Mereka percaya bahwa tebu adalah tanaman indigenous (asli) daripada Papua. Mereka melihat bahwa yield dan yang lain dengan metode yang sama, Merauke bisa menghasilkan lebih baik daripada Australia," umbar dia.

Ia menjelaskan kalau Merauke sendiri dijadikan kawasan lumbung pangan nasional berskala besar untuk pengembangan tebu dan etanol. Untuk itu, Pemerintah mendorong lewat faktor seperti pupuk, penyuluh, hingga bibit.

Airlangga juga menegaskan riset bibit berbasis genom menjadi game changer yang harus didorong, karena menentukan daya saing produksi pangan dan energi Indonesia dalam jangka panjang berkelanjutan.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI