Airlangga Klaim SPPG Model Bisnis Aman: Jaminannya APBN MBG Rp 335 Triliun

Dicky Prastya Suara.Com
Kamis, 15 Januari 2026 | 18:18 WIB
Airlangga Klaim SPPG Model Bisnis Aman: Jaminannya APBN MBG Rp 335 Triliun
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Airlangga (tengah) berjalan usai membahas kajian pencegahan korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/1/2026). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc]
Baca 10 detik
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan model bisnis SPPG program Makan Bergizi Gratis aman didukung APBN.
  • Skema pembayaran di awal sebelum produksi menjamin arus kas yang baik bagi pelaku bisnis SPPG.
  • Total alokasi dana MBG Rp335 triliun diperkirakan dapat menciptakan stimulus ekonomi signifikan per kuartal.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim kalau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis adalah model bisnis yang aman.

Ia beralasan kalau bisnis tersebut ditopang Pemerintah lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk MBG sebesar Rp 335 triliun di tahun 2026.

Lebih lagi skema pembayaran dilakukan sebelum proses produksi. Walhasil arus kas menjadi lebih baik.

"Jaminannya itu APBN tahun ini menyiapkan untuk MBG Rp 335 triliun. Jadi aman. Dan bisnis model SPPG ini luar biasa, karena dibayar di awal baru memproduksi. Sehingga sebetulnya cash flow-nya bagus," kata Airlangga saat di Menara Kadin, dikutip Kamis (15/1/2026).

Airlangga mengklaim kalau Pemerintah juga memonitor para pelaku bisnis SPPG. Mereka yang sudah terjun di sana pasti ingin membuat SPPG kedua hingga lebih.

Ia lalu bercerita kalau ada SPPG di daerah Lamongan, Jawa Timur, yang dananya berasal dari urunan masyarakat. Dengan total anggaran MKBG 2026 mencapai Rp 335 triliun, ia memprediksi aliran dana per kuartal bisa tembus Rp 80 triliun.

"Bayangkan dari Rp 335 triliun ini, per quarter-nya bisa hampir Rp 80 triliun. Stimulus yang digelontorkan Pemerintah di tahun lalu, yang di kuartal pertama, itu mendekati Rp 37 triliun," lanjutnya.

Airlangga meyakini apabila program ini berdampak di akar rumput hingga Rp 80 triliun, maka itu bisa menambah pertumbuhan ekonomi.

"Kalau rule of thumb, 1 persen pertumbuhan ekonomi itu 400 juta orang. Jadi kalau 8 juta ya itu tentu bisa berkontribusi 7 persen. Nah kalau 7 persen ya katakanlah, separuhnya 3 persen, ini akan mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi sesuai dengan target yang diharapkan Pemerintah," jelasnya.

Baca Juga: Indonesia Siapkan Ekosistem Semikonduktor, Libatkan Inggris dengan Anggaran 125 Juta USD

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI