Duit Rp 15,72 Triliun Milik PANI Sudah Ludes, Dipakai Apa Saja?

M Nurhadi Suara.Com
Jum'at, 16 Januari 2026 | 07:05 WIB
Duit Rp 15,72 Triliun Milik PANI Sudah Ludes, Dipakai Apa Saja?
Pantai Indah Kapuk PIK. [sedayuindocity]
Baca 10 detik
  • PT PANI telah merealisasikan 100% dana dari PMHMETD III per 8 Januari 2026, senilai bersih Rp15,72 triliun.
  • Mayoritas dana dialokasikan untuk penambahan saham pada anak usaha PT Bangun Kosambi Sukses (BKS) sebesar Rp15,12 triliun.
  • Sisa dana Rp600 miliar digunakan sebagai modal tambahan untuk tiga entitas anak PANI lainnya untuk ekspansi bisnis.

Suara.com - Emiten properti PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) secara resmi melaporkan realisasi penggunaan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD III) atau rights issue.

Dana jumbo yang dihimpun pada November 2025 tersebut kini telah habis terserap sepenuhnya untuk mendukung strategi ekspansi perusahaan.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Kamis (15/1/2026), manajemen PANI mengungkapkan bahwa per tanggal 8 Januari 2026, seluruh dana hasil penawaran umum telah dialokasikan 100 persen sesuai dengan rencana awal yang telah ditetapkan.

Alokasi Dana untuk Anak Usaha

Setelah dikurangi biaya penawaran umum, PANI mengantongi hasil bersih sebesar Rp15,72 triliun.

Mayoritas dana tersebut digunakan untuk memperkuat posisi kepemilikan saham pada entitas anak perusahaan guna mendorong pertumbuhan bisnis di kawasan PIK 2.

Berikut adalah rincian penyaluran dana tersebut:

PT Bangun Kosambi Sukses (BKS): Mendapat alokasi terbesar senilai Rp15,12 triliun untuk penambahan penyertaan saham.

Entitas Anak Lainnya: Sisa dana sebesar Rp600 miliar disalurkan sebagai modal tambahan bagi tiga perusahaan, yaitu PT Panorama Eka Tunggal (PET), PT Cahaya Inti Sentosa (CISN), dan PT Karunia Utama Selaras (KUS).

Baca Juga: IHSG Bidik Level 10.500: Mirae Asset Tetap Bullish di Tengah Tantangan Rupiah

PANI sebelumnya memperoleh pernyataan efektif untuk aksi korporasi PMHMETD III ini pada 28 November 2025.

Dari total perolehan dana, perseroan mengeluarkan biaya penawaran umum sebesar Rp7,5 miliar, atau hanya sekitar 0,047 persen dari total dana yang masuk.

Rincian biaya administrasi dan penunjang pasar modal meliputi:

Jasa penunjang profesi pasar modal: Rp4,2 miliar.

Jasa penasihat keuangan: Rp2 miliar.

Jasa penunjang lainnya: Rp80 juta.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI