Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Harga Perak Cetak Rekor! Aset Safe Haven Meroket Imbas Konflik Greenland Hingga Iran

M Nurhadi

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:22 WIB
Harga Perak Cetak Rekor! Aset Safe Haven Meroket Imbas Konflik Greenland Hingga Iran
Ilustrasi perak dan emas [Unsplash/Zlaťáky.cz]
  • Harga perak mencetak rekor historis menembus $90 per ons pada 14 Januari 2026, didorong ketegangan geopolitik AS-Iran dan Venezuela.
  • Kenaikan logam mulia dipicu isu independensi The Fed menyusul ancaman pidana terhadap Ketua Jerome Powell serta prediksi suku bunga ditahan.
  • Proyeksi jangka panjang optimis; Citigroup menaikkan target emas menjadi $5.000, perak diprediksi mencapai $150 per ons.

Suara.com - Komoditas global kembali diguncang oleh lonjakan harga logam mulia yang luar biasa. Pada perdagangan Rabu (14/1/2026), harga perak secara resmi mencetak sejarah baru dengan menembus level psikologis 90 dollar AS per ons untuk pertama kalinya.

Mengutip laporan Bloomberg, perak sempat melesat hingga 5,3 persen dan menyentuh angka 91,55 dollar AS per ons.

Sejalan dengan perak, emas dunia juga menunjukkan tren bullish yang agresif. Harga emas kini bertengger di kisaran 4.591 hingga 4.639 dollar AS per troy ounce.

Ketegangan geopolitik AS, Iran, Greenland, hingga Venezuela meningkatkan kekhawatiran dunia hingga memicu kenaikan harga aset safe haven seperti emas dan perak.

Pasar keuangan saat ini tengah mengamati dengan cermat tekanan terhadap Federal Reserve (The Fed).

Isu mengenai independensi bank sentral AS memanas menyusul ancaman tuntutan pidana terhadap Ketua The Fed, Jerome Powell, yang memicu reaksi keras dari para petinggi perbankan global seperti CEO JPMorgan, Jamie Dimon.

Meskipun data inflasi inti AS Desember 2025 menunjukkan angka yang moderat, para ekonom memperingatkan bahwa data tersebut mungkin terdistorsi akibat penutupan pemerintahan (government shutdown) terlama dalam sejarah AS.

Kondisi ini membuat pasar spekulatif memprediksi The Fed akan menahan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, namun tetap membuka peluang dua kali pemangkasan hingga akhir tahun.

Geopolitik Memanas: Dari Greenland hingga Iran

Meningkatnya permintaan aset lindung nilai (safe haven) juga dipicu oleh langkah-langkah luar negeri Presiden AS Donald Trump yang agresif. Beberapa sentimen utama meliputi:

  • Ketegangan di Timur Tengah: Trump secara terbuka mendukung demonstrasi di Iran, yang memicu tuduhan destabilisasi politik dari pihak Teheran.
  • Isu Greenland: Ancaman baru AS untuk melakukan akuisisi terhadap Greenland terus menciptakan ketegangan diplomatik.
  • Krisis Venezuela: Penangkapan pemimpin Venezuela oleh otoritas AS menambah daftar panjang ketidakpastian global.

Di sisi lain, bursa Asia seperti Nikkei Jepang justru mencetak rekor baru meskipun mata uang Yen melemah ke level terendah sejak Juli 2024.

Hal ini terjadi di tengah spekulasi percepatan pemilu oleh PM Sanae Takaichi. Sementara itu, bursa China mengalami koreksi setelah otoritas setempat memperketat aturan margin requirement untuk mendinginkan pasar yang terlalu panas.

Sejumlah institusi keuangan besar mulai merevisi target harga mereka. Citigroup Inc. menaikkan proyeksi jangka pendek untuk emas menjadi 5.000 dollar AS dan perak menjadi 100 dollar AS per ons.

Menariknya, perak dinilai memiliki ruang pertumbuhan yang lebih lebar dibanding emas melalui rotasi investor ke pasar komoditas.

Chief Investment Officer Lotus Asset Management Ltd, Hao Hong, memprediksi harga perak bisa mencapai 150 dollar AS per ons pada akhir tahun 2026.

"Reli ini masih memiliki potensi besar tahun ini. Perak telah mengungguli kinerja emas sejak 2025 setelah melonjak 150 persen akibat ketatnya pasokan global dan tingginya aksi spekulatif," ujar Hao Hong, dikutip dari Reuters.

Dari dalam negeri, harga kedua aset baik emas maupun perak juga terus melanjutkan reli penguatan. Sejumlah pengamat memprediksi hal ini turut memengaruhi harga saham terkait seperti ANTM (Aneka Tambang), MDKA (Merdeka Copper Gold), BRMS (Bumi Resources Minerals), dan ARCI (Archi Indonesia), EMAS (Merdeka Gold Resources), PSAB (J Resources Asia Pasifik), UNTR (United Tractors), hingga MEDC (Medco Energi).


DISCLAIMER: Investasi pada logam mulia seperti emas dan perak mengandung risiko pasar yang tinggi. Harga dapat berfluktuasi secara tajam akibat kebijakan politik, data ekonomi, dan situasi geopolitik. Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi perdagangan. Segala keputusan finansial yang diambil berdasarkan informasi ini merupakan tanggung jawab pribadi pembaca sepenuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Nggak Bosan Naik, Hari Ini Tembus Rp 2.665.000/Gram

Harga Emas Antam Nggak Bosan Naik, Hari Ini Tembus Rp 2.665.000/Gram

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 10:27 WIB

Harga Emas Batangan Galeri 24 dan UBS Naik Lagi Hari Ini

Harga Emas Batangan Galeri 24 dan UBS Naik Lagi Hari Ini

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 07:33 WIB

Jurus Purbaya Ciptakan Indonesia Emas 2045 lewat Ekonomi

Jurus Purbaya Ciptakan Indonesia Emas 2045 lewat Ekonomi

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 16:56 WIB

Terkini

1 Juni 2026 Masa Transisi, Tapi Petinggi Danantara Sumberdaya Indonesia Belum Diumumkan

1 Juni 2026 Masa Transisi, Tapi Petinggi Danantara Sumberdaya Indonesia Belum Diumumkan

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:29 WIB

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:11 WIB

Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila

Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 12:58 WIB

Purbaya Minta Pegawai Kemenkeu Terapkan Nilai Pancasila untuk Kelola Keuangan Negara

Purbaya Minta Pegawai Kemenkeu Terapkan Nilai Pancasila untuk Kelola Keuangan Negara

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 11:49 WIB

Aturan DHE SDA Berlaku Hari Ini, Purbaya Minta Kepatuhan Repatriasi Wajib 100 Persen

Aturan DHE SDA Berlaku Hari Ini, Purbaya Minta Kepatuhan Repatriasi Wajib 100 Persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 11:20 WIB

Purbaya Rayu Eksportir lewat Insentif Jika Mau Simpan DHE SDA ke Bank Pemerintah

Purbaya Rayu Eksportir lewat Insentif Jika Mau Simpan DHE SDA ke Bank Pemerintah

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 11:02 WIB

Rupiah Berhasil Menguat saat Hari Pancasila, tapi Masih Nyaman di Level Rp17.840

Rupiah Berhasil Menguat saat Hari Pancasila, tapi Masih Nyaman di Level Rp17.840

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:59 WIB

Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia

Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:36 WIB

Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini

Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:32 WIB

IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout

IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:28 WIB