Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Nilai Tukar Rupiah Masih Ungguli Dolar AS, Ditutup ke Level Rp 16.782/USD

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 26 Januari 2026 | 17:26 WIB
Nilai Tukar Rupiah Masih Ungguli Dolar AS, Ditutup ke Level Rp 16.782/USD
Petugas menunjukan uang dollar AS di Money Changer, Jakarta, Rabu (17/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Nilai tukar rupiah menguat 38 poin menjadi Rp 16.782 pada Senin, 26 Januari 2026, di tengah ketegangan geopolitik global.
  • Tekanan eksternal dipicu retorika Trump terkait Arktik dan gesekan dagang AS dengan Kanada serta penantian kebijakan The Fed.
  • Rupiah ditopang komitmen Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas melalui intervensi pasar dan prospek ekonomi domestik yang baik.

Suara.com - Nilai tukar rupiah ditutup menguat 38 poin jadi Rp 16.782 pada perdagangan Senin,26 Januari 2026. Kondisi ini terjadi saat pasar global masih dibayangi ketegangan geopolitik serta menanti arah kebijakan moneter bank sentral AS.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menyebut tekanan eksternal datang dari meningkatnya ketegangan antara AS dan sekutu NATO terkait Greenland.

"Retorika Trump tentang kepentingan strategis AS di wilayah Arktik telah memperketat hubungan transatlantik, memicu kekhawatiran tentang dampak diplomatik dan ekonomi yang lebih luas," ujar Ibrahim dalam keterangannya.

Situasi tersebut diperparah oleh meningkatnya gesekan dagang AS dan Kanada. Ibrahim menyebut, Trump bahkan mengancam akan menerapkan tarif tinggi jika Ottawa melanjutkan kerja sama dagang dengan China.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Melalui sosial medianya, Trump menulis Kanada dapat digunakan sebagai “pelabuhan transit” untuk barang-barang China yang masuk ke Amerika Serikat. Ia juga memperingatkan bahwa Beijing akan “memakan Kanada hidup-hidup” jika kesepakatan tersebut berjalan.

Dari sisi kebijakan moneter, Ibrahim menyebut pasar juga menanti keputusan Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan mengakhiri pertemuan kebijakan pada Rabu. Ia menyebut, pelaku pasar memperkirakan suku bunga akan tetap dipertahankan.

"Investor akan mencermati pernyataan The Fed dan komentar Ketua Jerome Powell untuk mencari petunjuk tentang waktu dan laju potensi penurunan suku bunga di akhir tahun ini," kata Ibrahim.

Selain itu, pasar juga menyoroti langkah Trump terkait pemilihan Ketua Fed berikutnya. Menurut Ibrahim, hal tersebut memunculkan kekhawatiran bank sentral AS bisa terdorong ke jalur kebijakan yang lebih longgar.

"Pasar tetap waspada bahwa pilihan Presiden Trump untuk Ketua Fed berikutnya dapat mendorong bank sentral menuju jalur kebijakan yang lebih longgar," jelasnya.

Sementara dari dalam negeri, Ibrahim menilai rupiah mendapat dukungan dari komitmen Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas nilai tukar. Ia menyebut intervensi dilakukan melalui beberapa instrumen.

"Pasar mendukung komitmen Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas rupiah yang memberikan sentimen positif, dengan melakukan intervensi dalam jumlah besar melalui pasar offshore NDF, DNDF (domestic non-delivery forward), serta pasar spot," katanya.

Ia menambahkan, BI meyakini rupiah akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat. Hal itu didukung imbal hasil yang menarik, inflasi rendah, serta prospek pertumbuhan ekonomi yang dinilai masih baik.

"Penguatan rupiah juga akan didukung cadangan devisa (cadev) yang dinilai lebih dari cukup untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar," jelasnya.

Selain sentimen BI, ibrahim juga menilai pasar merespons positif agenda uji kelayakan dan kepatutan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia di Komisi XI DPR RI.

"Thomas dijadwalkan mengikuti fit and proper test pada pukul 16.00-17.00 WIB," ucap Ibrahim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Masih Kokoh Menguat Senin Pagi ke Level Rp 16.784

Rupiah Masih Kokoh Menguat Senin Pagi ke Level Rp 16.784

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 10:16 WIB

Rupiah Berhasil Tundukan Dolar AS Hari, Tembus Level Rp 16.820/USD

Rupiah Berhasil Tundukan Dolar AS Hari, Tembus Level Rp 16.820/USD

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 16:09 WIB

Penjelasan Purbaya Kenapa Rupiah Anjlok Tapi IHSG Naik, Bisa Picu Krisis Ekonomi?

Penjelasan Purbaya Kenapa Rupiah Anjlok Tapi IHSG Naik, Bisa Picu Krisis Ekonomi?

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB