Kemenkeu Siapkan 8 SBN Ritel di 2026, Target Raup Dana Rp 170 Triliun

Dicky Prastya Suara.Com
Selasa, 27 Januari 2026 | 07:15 WIB
Kemenkeu Siapkan 8 SBN Ritel di 2026, Target Raup Dana Rp 170 Triliun
Plt Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, Novi Puspita Wardani (tengah) dan SVP Wealth Management BCA Dessy Nathalia (kanan) saat konferensi pers instrumen Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029 di Kantor Kemenkeu pada Senin (26/1/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Kementerian Keuangan berencana menerbitkan Surat Berharga Negara ritel hingga delapan kali sepanjang tahun 2026.
  • Target dana yang ingin dihimpun dari penerbitan SBN ritel tahun 2026 adalah antara Rp150 triliun sampai Rp170 triliun.
  • Jadwal penerbitan SBN ritel 2026 telah dirilis, meskipun bersifat tentatif, dan terdapat opsi pasar sekunder.

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel hingga delapan kali sepanjang tahun 2026. 

Pelaksana Tugas Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Novi Puspita Wardani menyatakan kalau mereka menargetkan raup dana hingga Rp 170 triliun.

"Tahun ini berapa? Saya sampaikan sekitar Rp 150 triliun hingga Rp 170 triliun," kata Novi saat konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Berikut penawaran SBN ritel 2026 yang akan diterbitkan Kemenkeu:

  • Obligasi Ritel Negara (ORI) ORI029: 26 Januari hingga 19 Februari 2026
  • Sukuk Ritel (SR) SR024: 6 Maret hingga 15 April 2026
  • Sukuk Tabungan Negara (ST) ST016: 8 Mei hingga 3 Juni 2026
  • ORI030: 6-30 Juli 2026
  • SR025: 21 Agustus hingga 16 September 2026
  • SWR007: 4 September hingga 21 Oktober 2026
  • SBR015: 28 September hingga 22 Oktober 2026
  • ST07: 6 November hingga 2 Desember 2026

Kendati begitu Novi mengaku kalau jadwal penerbitan SBN ritel 2026 bersifat tentatif. Namun perbedaan periode hanya berkisar satu atau dua hari saja.

Adapun jadwal penerbitan SBN ritel tersedia hampir sepanjang tahun. Jeda antar penerbitan juga relatif pendek dengan rentang 1-2 minggu.

Selain pasar perdana, Novi mengatakan kalau investor juga bisa bertransaksi di pasar sekunder untuk seri SBN ritel yang dapat diperdagangkan (tradable).

Seri tradable seperti ORI dan Sukuk Ritel, misalnya, dapat dibeli di pasar sekunder apabila investor tidak sempat mengikuti masa penawaran di pasar perdana.

“Jadi kalau tidak dapat kesempatan pasar perdana, pasar sekunder juga bisa,” jelasnya, seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: Kemenkeu Terbitkan SBN Pertama 2026, Incar Dana Rp 25 Triliun

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI