Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Penyebab Harga Minyak Dunia Melemah Hari Ini

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 27 Januari 2026 | 11:48 WIB
Penyebab Harga Minyak Dunia Melemah Hari Ini
Ilustrasi kilang minyak di atas laut (Pexels/tekila918)
  • Pada Selasa (27/1/2026), harga minyak Brent dan WTI melemah meskipun terjadi gangguan produksi besar di Amerika Serikat.
  • Gangguan produksi AS disebabkan badai musim dingin ekstrem, yang mengakibatkan hilangnya sekitar 2 juta barel per hari minyak.
  • Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.

Suara.com - Pasar komoditas energi global menunjukkan pergerakan yang fluktuatif pada perdagangan Selasa (27/1/2026).

Meskipun Amerika Serikat tengah dihantam badai musim dingin ekstrem yang melumpuhkan sebagian besar infrastruktur energi, harga minyak dunia justru terpantau mengalami pelemahan tipis.

Investor saat ini tengah menyeimbangkan kekhawatiran gangguan produksi di AS dengan risiko geopolitik yang kian membara di Timur Tengah.

Berdasarkan data Reuters, harga minyak mentah menunjukkan tren penurunan moderat pada pagi ini:

  • Minyak Brent: Kontrak berjangka melandai 28 sen atau 0,4%, kini berada di level US$65,31 per barel.
  • Minyak WTI (West Texas Intermediate): Melemah 24 sen atau 0,4% ke posisi US$60,39 per barel.

Penurunan harga ini terjadi meski fundamental pasar menunjukkan adanya penyusutan pasokan yang cukup masif dari sisi produsen Amerika Serikat.

Cuaca dingin ekstrem yang menyapu wilayah Gulf Coast (Pantai Teluk) telah mengganggu operasional kilang dan stasiun kompresor gas.

Sejumlah analis, seperti yang dikutip via CNBC, memperkirakan produsen minyak di AS kehilangan sekitar 2 juta barel per hari, atau setara dengan 15% dari total produksi nasional selama akhir pekan lalu.

Di sisi lain, sentimen pasar juga sangat dipengaruhi oleh eskalasi militer di Timur Tengah.

Presiden Donald Trump dilaporkan telah mengirimkan kapal induk beserta kapal perang pendukung ke kawasan tersebut sebagai bentuk perlindungan pasukan sekaligus ancaman terhadap Iran.

Pihak Teheran merespons keras langkah tersebut dengan menyatakan bahwa setiap serangan militer akan dianggap sebagai deklarasi perang terbuka.

Analis dari BOK Financial, Dennis Kissler, menyebutkan bahwa pelaku pasar kini berada dalam posisi wait and see menunggu kejelasan arah kebijakan luar negeri pemerintahan Trump terhadap Iran, yang berpotensi memutus jalur pasokan minyak global jika konflik fisik benar-benar pecah.

Dari sisi regulasi produksi, organisasi negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya (OPEC+) diperkirakan akan tetap pada kebijakan konservatif mereka.

Sebanyak delapan anggota utama, termasuk Arab Saudi dan Rusia, diprediksi akan mempertahankan penundaan peningkatan produksi untuk bulan Maret mendatang.

Keputusan final mengenai kuota produksi ini akan dibahas dalam pertemuan resmi pada 1 Februari 2026.

Stabilitas harga diharapkan tetap terjaga melalui kebijakan ini, terutama setelah pasar sempat terdorong oleh gangguan produksi tak terduga di Kazakhstan beberapa waktu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produksi AS Terpangkas Badai, Harga Minyak Dunia Justru Terkoreksi

Produksi AS Terpangkas Badai, Harga Minyak Dunia Justru Terkoreksi

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 11:04 WIB

Dihantui Ancaman 'Perang', Harga Minyak Mentah Lanjutkan Kenaikan

Dihantui Ancaman 'Perang', Harga Minyak Mentah Lanjutkan Kenaikan

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 11:15 WIB

Pasar Khawatir Aksi Militer AS ke Iran, Harga Minyak Kembali Menguat

Pasar Khawatir Aksi Militer AS ke Iran, Harga Minyak Kembali Menguat

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 10:54 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB