Baca 10 detik
- Harga minyak dunia melemah pada Jumat, 30 Januari 2026, akibat pelonggaran sanksi energi Venezuela oleh Presiden Trump.
- Minyak Brent dan WTI turun signifikan meskipun pekan ini diprediksi naik karena ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan.
- Pelaku pasar menantikan hasil pertemuan OPEC+ akhir pekan yang diperkirakan tidak mengubah tingkat produksi minyak saat ini.
Sebelumnya, langkah OPEC+ yang meningkatkan produksi sebesar 2,9 juta barel per hari sepanjang tahun 2025 sempat menekan harga minyak dunia.
Namun, sejak Januari, aliansi ini mulai menghentikan kenaikan produksi bulanan akibat kekhawatiran atas melimpahnya pasokan (supply glut) serta melemahnya permintaan global.
Meskipun demikian, dalam laporan pasar bulanan yang dirilis awal Januari lalu, OPEC+ memproyeksikan adanya perbaikan permintaan minyak pada tahun 2026 dan 2027, sekaligus menepis kekhawatiran terkait kelebihan pasokan di pasar.