Minyak Dunia Naik Lagi, Brent Menguat 2,7 Persen dalam Sepekan

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 09 Januari 2026 | 12:54 WIB
Minyak Dunia Naik Lagi, Brent Menguat 2,7 Persen dalam Sepekan
Ilustrasi kenaikan harga minyak dunia. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Harga minyak Brent dan WTI naik pada Jumat, 9 Januari 2026, didorong isu pasokan Venezuela dan Iran.
  • Kenaikan dipicu klaim kontrol AS atas minyak Venezuela serta kerusuhan sipil yang mengancam produksi energi.
  • Pasar fokus pada mekanisme penjualan cadangan minyak Venezuela setelah penangkapan Nicolas Maduro oleh Donald Trump.

Suara.com - Harga minyak dunia kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Jumat 9 Januari 2026.

Penguatan harga dipicu spekulasi pasar terkait masa depan pasokan minyak Venezuela dan eskalasi kerusuhan di Iran, yang dikhawatirkan mengganggu stabilitas produksi energi di wilayah tersebut.

Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent berjangka naik 44 sen, atau 0,71 persen, menjadi 62,43 dolar AS per barel pada pukul 02.03 GMT atau 09.03 WIB, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 39 sen, atau 0,68 persen , menjadi 58,15 dolar AS.

Tercatat, setelah tertekan selama dua hari, harga minyak mentah Brent dan WTI kembali bangkit dengan lonjakan lebih dari 3 persen pada perdagangan Kamis 8 Januari.

Secara kumulatif, Brent mengalami kenaikan mingguan sebesar 2,7 persen, sementara WTI mencatatkan kenaikan sebesar 1,4 persen pada periode yang sama.

Kenaikan harga minyak dunia saat ini dipicu oleh eskalasi ketegangan, setelah penangkapan Nicolas Maduro atas perintah Presiden AS Donald Trump, yang dibarengi dengan klaim kontrol Washington atas industri minyak Venezuela.

Situasi pasar semakin memanas akibat kerusuhan sipil di Iran serta risiko perluasan konflik Rusia-Ukraina yang mulai mengancam stabilitas ekspor energi Rusia, sehingga memicu kekhawatiran serius akan kelangkaan pasokan global.

"Lonjakan harga terutama disebabkan oleh klaim Trump untuk mengendalikan ekspor minyak Venezuela, yang dapat menyebabkan kenaikan harga dari penjualan yang sebelumnya didiskon," kata Tina Teng, ahli strategi pasar di Moomoo ANZ.

Ilustrasi Chevron
Ilustrasi Chevron

Sejumlah perusahaan minyak seperti Chevron, Vitol, dan Trafigura saat ini bersaing untuk mendapatkan kesepakatan dengan pemerintah AS.

baca juga

Hal ini menyusul tuntutan akses penuh Trump terhadap sektor energi Venezuela serta rencana Washington untuk mengendalikan seluruh pendapatan minyak negara tersebut secara definitif.

Menurut dua orang sumber, perusahaan-perusahaan tersebut sedang memperdebatkan kesepakatan awal untuk memasarkan hingga 50 juta barel minyak, yang telah dikumpulkan oleh perusahaan minyak milik negara PDVSA di tengah embargo minyak yang ketat yang telah melibatkan penyitaan empat kapal tanker.

Tina Teng mengatakan, fokus pasar saat ini tertuju pada kepastian cara penjualan cadangan minyak Venezuela.

"Pasar akan fokus pada hasil dalam beberapa hari mendatang mengenai bagaimana minyak Venezuela yang tersimpan akan dijual dan dikirimkan. Kekhawatiran akan kelebihan pasokan dapat tetap menjadi masalah jika tidak ada pembatasan penjualan," jelasnya.

Sementara, kondisi di Iran semakin memanas dengan laporan pemadaman internet total secara nasional oleh NetBlocks di tengah gelombang unjuk rasa yang dipicu oleh krisis ekonomi.

Pada saat yang bersamaan, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha untuk tidak menimbun stok atau melakukan praktik spekulasi harga.

Hal ini menyusul langkah pemerintah Teheran yang mulai memberlakukan reformasi subsidi di tengah situasi sosial yang tidak stabil.

Haitong Futures mencatat, meskipun ada sentimen positif, peningkatan stok global dan kondisi kelebihan pasokan masih menjadi faktor utama yang menghambat penguatan harga minyak lebih lanjut.

Menurut lembaga tersebut, kenaikan harga saat ini bersifat terbatas dan sulit bertahan lama, kecuali jika terjadi eskalasi risiko yang lebih signifikan di Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Susut Imbas Perundingan Moscow Gagal

Harga Minyak Dunia Susut Imbas Perundingan Moscow Gagal

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2025 | 12:56 WIB

Serangan Ukraina Tunda Perdamaian, Harga Minyak Dunia Menguat

Serangan Ukraina Tunda Perdamaian, Harga Minyak Dunia Menguat

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 11:41 WIB

Harga Minyak Melemah di Tengah Ketidakpastian Damai Rusia-Ukraina

Harga Minyak Melemah di Tengah Ketidakpastian Damai Rusia-Ukraina

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 12:37 WIB

OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Dunia Tetap Kokoh di Pasar Asia

OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Dunia Tetap Kokoh di Pasar Asia

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 11:11 WIB

OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Dunia Langsung Melesat 1 Persen

OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Dunia Langsung Melesat 1 Persen

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 12:03 WIB

Harga Minyak Dunia Stabil, Investor Pantau Negosiasi Damai Rusia-Ukraina dan Keputusan OPEC

Harga Minyak Dunia Stabil, Investor Pantau Negosiasi Damai Rusia-Ukraina dan Keputusan OPEC

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 12:48 WIB

Terkini

Desa di Lumajang Capai Nol Persen Stunting, Jadi Pemacu Pencegahan di Wilayah Lain

Desa di Lumajang Capai Nol Persen Stunting, Jadi Pemacu Pencegahan di Wilayah Lain

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Rupiah Terus Ambles Nyaris ke Level Rp18.000 Kamis Pagi

Rupiah Terus Ambles Nyaris ke Level Rp18.000 Kamis Pagi

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Kecerdasan Anak Tak Hanya Dibentuk Stimulasi, Nutrisi dan Kesehatan Pencernaan Juga Punya Peran

Kecerdasan Anak Tak Hanya Dibentuk Stimulasi, Nutrisi dan Kesehatan Pencernaan Juga Punya Peran

Health | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42 WIB

69 Calon Anggota KND Lolos Tes Objektif Berbasis Komputer

69 Calon Anggota KND Lolos Tes Objektif Berbasis Komputer

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Segera Antre, Harga Emas Antam Makin Anjlok Jadi Rp2.561.000/Gram

Segera Antre, Harga Emas Antam Makin Anjlok Jadi Rp2.561.000/Gram

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Adik Kepala BNPB Tersangka Korupsi Dana Bencana, Mengapa Asetnya Disimpan dalam Kripto?

Adik Kepala BNPB Tersangka Korupsi Dana Bencana, Mengapa Asetnya Disimpan dalam Kripto?

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Sopir Taksi Online Jadi Incaran di Tengah Sulitnya Kerja, Berapa Pendapatannya

Sopir Taksi Online Jadi Incaran di Tengah Sulitnya Kerja, Berapa Pendapatannya

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:32 WIB

Gemini 4 Argon Bikin Robot Belajar Melempar Bola, 7 Kali Berhasil Berturut-turut

Gemini 4 Argon Bikin Robot Belajar Melempar Bola, 7 Kali Berhasil Berturut-turut

Tekno | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Alfred Young Sugiri Pianis Bandung Tampil Memukau di Eropa, Momentum Benahi Musik Klasik Indonesia

Alfred Young Sugiri Pianis Bandung Tampil Memukau di Eropa, Momentum Benahi Musik Klasik Indonesia

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:17 WIB

Gaji PNS Bisa Telat Jika Dibayar dari KDMP, Bank Daerah Ikut Terancam

Gaji PNS Bisa Telat Jika Dibayar dari KDMP, Bank Daerah Ikut Terancam

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:16 WIB

×