Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Minyak Dunia Naik Lagi, Brent Menguat 2,7 Persen dalam Sepekan

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 09 Januari 2026 | 12:54 WIB
Minyak Dunia Naik Lagi, Brent Menguat 2,7 Persen dalam Sepekan
Ilustrasi kenaikan harga minyak dunia. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Harga minyak Brent dan WTI naik pada Jumat, 9 Januari 2026, didorong isu pasokan Venezuela dan Iran.
  • Kenaikan dipicu klaim kontrol AS atas minyak Venezuela serta kerusuhan sipil yang mengancam produksi energi.
  • Pasar fokus pada mekanisme penjualan cadangan minyak Venezuela setelah penangkapan Nicolas Maduro oleh Donald Trump.

Suara.com - Harga minyak dunia kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Jumat 9 Januari 2026.

Penguatan harga dipicu spekulasi pasar terkait masa depan pasokan minyak Venezuela dan eskalasi kerusuhan di Iran, yang dikhawatirkan mengganggu stabilitas produksi energi di wilayah tersebut.

Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent berjangka naik 44 sen, atau 0,71 persen, menjadi 62,43 dolar AS per barel pada pukul 02.03 GMT atau 09.03 WIB, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 39 sen, atau 0,68 persen , menjadi 58,15 dolar AS.

Tercatat, setelah tertekan selama dua hari, harga minyak mentah Brent dan WTI kembali bangkit dengan lonjakan lebih dari 3 persen pada perdagangan Kamis 8 Januari.

Secara kumulatif, Brent mengalami kenaikan mingguan sebesar 2,7 persen, sementara WTI mencatatkan kenaikan sebesar 1,4 persen pada periode yang sama.

Kenaikan harga minyak dunia saat ini dipicu oleh eskalasi ketegangan, setelah penangkapan Nicolas Maduro atas perintah Presiden AS Donald Trump, yang dibarengi dengan klaim kontrol Washington atas industri minyak Venezuela.

Situasi pasar semakin memanas akibat kerusuhan sipil di Iran serta risiko perluasan konflik Rusia-Ukraina yang mulai mengancam stabilitas ekspor energi Rusia, sehingga memicu kekhawatiran serius akan kelangkaan pasokan global.

"Lonjakan harga terutama disebabkan oleh klaim Trump untuk mengendalikan ekspor minyak Venezuela, yang dapat menyebabkan kenaikan harga dari penjualan yang sebelumnya didiskon," kata Tina Teng, ahli strategi pasar di Moomoo ANZ.

Ilustrasi Chevron
Ilustrasi Chevron

Sejumlah perusahaan minyak seperti Chevron, Vitol, dan Trafigura saat ini bersaing untuk mendapatkan kesepakatan dengan pemerintah AS.

baca juga

Hal ini menyusul tuntutan akses penuh Trump terhadap sektor energi Venezuela serta rencana Washington untuk mengendalikan seluruh pendapatan minyak negara tersebut secara definitif.

Menurut dua orang sumber, perusahaan-perusahaan tersebut sedang memperdebatkan kesepakatan awal untuk memasarkan hingga 50 juta barel minyak, yang telah dikumpulkan oleh perusahaan minyak milik negara PDVSA di tengah embargo minyak yang ketat yang telah melibatkan penyitaan empat kapal tanker.

Tina Teng mengatakan, fokus pasar saat ini tertuju pada kepastian cara penjualan cadangan minyak Venezuela.

"Pasar akan fokus pada hasil dalam beberapa hari mendatang mengenai bagaimana minyak Venezuela yang tersimpan akan dijual dan dikirimkan. Kekhawatiran akan kelebihan pasokan dapat tetap menjadi masalah jika tidak ada pembatasan penjualan," jelasnya.

Sementara, kondisi di Iran semakin memanas dengan laporan pemadaman internet total secara nasional oleh NetBlocks di tengah gelombang unjuk rasa yang dipicu oleh krisis ekonomi.

Pada saat yang bersamaan, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha untuk tidak menimbun stok atau melakukan praktik spekulasi harga.

Hal ini menyusul langkah pemerintah Teheran yang mulai memberlakukan reformasi subsidi di tengah situasi sosial yang tidak stabil.

Haitong Futures mencatat, meskipun ada sentimen positif, peningkatan stok global dan kondisi kelebihan pasokan masih menjadi faktor utama yang menghambat penguatan harga minyak lebih lanjut.

Menurut lembaga tersebut, kenaikan harga saat ini bersifat terbatas dan sulit bertahan lama, kecuali jika terjadi eskalasi risiko yang lebih signifikan di Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Susut Imbas Perundingan Moscow Gagal

Harga Minyak Dunia Susut Imbas Perundingan Moscow Gagal

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2025 | 12:56 WIB

Serangan Ukraina Tunda Perdamaian, Harga Minyak Dunia Menguat

Serangan Ukraina Tunda Perdamaian, Harga Minyak Dunia Menguat

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 11:41 WIB

Harga Minyak Melemah di Tengah Ketidakpastian Damai Rusia-Ukraina

Harga Minyak Melemah di Tengah Ketidakpastian Damai Rusia-Ukraina

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 12:37 WIB

OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Dunia Tetap Kokoh di Pasar Asia

OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Dunia Tetap Kokoh di Pasar Asia

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 11:11 WIB

OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Dunia Langsung Melesat 1 Persen

OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Dunia Langsung Melesat 1 Persen

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 12:03 WIB

Harga Minyak Dunia Stabil, Investor Pantau Negosiasi Damai Rusia-Ukraina dan Keputusan OPEC

Harga Minyak Dunia Stabil, Investor Pantau Negosiasi Damai Rusia-Ukraina dan Keputusan OPEC

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 12:48 WIB

Terkini

Biaya Pendidikan Terus Naik, Ini Solusi Perencanaan Keuangan Bagi Orang Tua

Biaya Pendidikan Terus Naik, Ini Solusi Perencanaan Keuangan Bagi Orang Tua

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:04 WIB

Perang AS-Iran Memanas: Wall Street Terpukul, Harga Minyak Melonjak!

Perang AS-Iran Memanas: Wall Street Terpukul, Harga Minyak Melonjak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:28 WIB

BEI: Saham BYD hingga Tencent Berpeluang Masuk Pasar Modal Indonesia

BEI: Saham BYD hingga Tencent Berpeluang Masuk Pasar Modal Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:21 WIB

TikTok Siapkan Rp65 M demi Perangi Spam dan Lindungi Kreator

TikTok Siapkan Rp65 M demi Perangi Spam dan Lindungi Kreator

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:56 WIB

Produk Tembakau Alternatif Dinilai Kurangi Paparan Tar, Benarkah?

Produk Tembakau Alternatif Dinilai Kurangi Paparan Tar, Benarkah?

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:49 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Punya Jaringan Bisnis untuk Pencucian Uang

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Punya Jaringan Bisnis untuk Pencucian Uang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 21:13 WIB

Menko Airlangga Kaji Harga BBM Khusus untuk Nelayan Berkapal Besar

Menko Airlangga Kaji Harga BBM Khusus untuk Nelayan Berkapal Besar

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 21:02 WIB

B50 Jadi Juru Selamat, Sudah Cukup atau Ada PR Baru?

B50 Jadi Juru Selamat, Sudah Cukup atau Ada PR Baru?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 20:13 WIB

Yudha WK Putra Relawan Gibran Mendadak Viral Usai Diangkat Menjadi Komisaris Jasamarga Tollroad

Yudha WK Putra Relawan Gibran Mendadak Viral Usai Diangkat Menjadi Komisaris Jasamarga Tollroad

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:47 WIB

BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor

BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:39 WIB

×