- Rilis dokumen DOJ terkait Jeffrey Epstein memicu spekulasi tentang identitas asli Satoshi Nakamoto.
- Epstein mengklaim telah berbicara dengan "para pendiri" Bitcoin dalam emailnya tahun 2016.
- Klaim ini menantang pandangan bahwa Satoshi adalah individu tunggal, implikasi kompleks bagi sejarah Bitcoin.
Suara.com - Pasar kripto diguncang oleh spekulasi besar setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis lebih dari 3 juta halaman dokumen terkait mendiang Jeffrey Epstein.
Di balik tumpukan berkas tersebut, ditemukan sebuah surat elektronik (email) dari tahun 2016 yang memberikan sudut pandang baru yang provokatif mengenai misteri terbesar di jagat finansial digital: Siapa sebenarnya Satoshi Nakamoto?
Selama hampir dua dekade, narasi yang berkembang meyakini bahwa Satoshi Nakamoto adalah individu tunggal atau entitas yang beroperasi secara mandiri.
Namun, referensi santai Epstein dalam email tersebut menantang asumsi tersebut secara fundamental.
Dalam sebuah pertukaran email dengan kontak asalnya dari Arab Saudi, Raafat Abdulla Saad Al Sabbagh, Epstein tengah menawarkan konsep mata uang digital berbasis syariah untuk wilayah Timur Tengah.
Di tengah percakapan tersebut, Epstein menyebutkan bahwa ia secara pribadi telah berbicara dengan orang-orang yang menciptakan Bitcoin.
Hal yang paling menarik perhatian para analis adalah penggunaan kata jamak "Founders" (para pendiri), alih-alih bentuk tunggal.
Klaim ini muncul pada Oktober 2016, saat harga Bitcoin masih berada di kisaran US$ 600 dan belum diadopsi secara luas seperti sekarang.
Dikutip berbagai sumber, jika Satoshi Nakamoto ternyata adalah sebuah kelompok, hal ini mengubah perspektif sejarah Bitcoin secara total:
Baca Juga: Harga Bitcoin Terjun Bebas Gegara Perang Tarif Eropa-AS, Analis Ungkap Proyeksinya
- Analisis Gaya Menulis: Penelitian mendalam mengenai gaya penulisan Satoshi selama bertahun-tahun menjadi kurang relevan jika naskah tersebut disusun oleh beberapa orang.
- Zona Waktu Komunikasi: Pola komunikasi Satoshi yang lintas zona waktu kini memiliki penjelasan logis.
- Kecanggihan Kode: Kode sumber Bitcoin yang dianggap terlalu rumit untuk dikerjakan satu pengembang saja kini menjadi masuk akal jika dikerjakan secara kolektif.
Jeffrey Epstein dikenal sebagai sosok yang memiliki akses luas ke lingkaran intelijen, keuangan global, dan elite dunia.
Jeffrey Epstein juga dikenal sebagai kriminal terkait pedofilia, perdagangan manusia dan dugaan pelanggaran hukum lainnya.
Jika ia benar-benar memiliki akses langsung ke para pencipta Bitcoin, hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai motif dan jaringan di balik lahirnya teknologi blockchain ini.
Hingga saat ini, identitas asli Satoshi tetap menjadi teka-teki. Nama-nama seperti Hal Finney hingga Nick Szabo sering disebut, namun tidak pernah ada bukti definitif.
Klaim Epstein dalam dokumen DOJ yang sebagian besar disensor ini memicu perdebatan mengenai apa yang sebenarnya diketahui oleh para penguasa ekonomi dunia tentang mata uang terdesentralisasi ini sejak awal.
Demokrat di Kongres AS saat ini dikabarkan sedang mendesak peninjauan ulang terhadap jutaan halaman dokumen yang masih dirahasiakan, guna mencari keterkaitan lebih lanjut antara jaringan Epstein dengan dunia kripto.