Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

Berlawanan IHSG, Rupiah Justru Berjaya di Senin Pagi

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Senin, 02 Februari 2026 | 09:33 WIB
Berlawanan IHSG, Rupiah Justru Berjaya di Senin Pagi
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
baca 10 detik
  • Rupiah menguat menjadi Rp 16.776 per dolar AS pada Senin, 2 Februari 2026, membaik dari posisi penutupan Jumat.
  • Penguatan domestik dipengaruhi oleh data manufaktur PMI Indonesia, meskipun dipengaruhi faktor global dan ekspektasi suku bunga The Fed.
  • Penguatan rupiah diperkirakan terbatas, sementara mata uang Asia lainnya menunjukkan pergerakan bervariasi pagi itu.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat pada pembukaan perdagangan Senin, 2 Februari 2026, setelah pekan lalu berada di bawah tekanan pasar yang melemah. Data Bloomberg pada pagi ini menunjukkan rupiah bergerak di sekitar level Rp 16.776 per dolar AS.

Rupiah pun menguat 0,06 persen dibandingkan penutupan Jumat (30/1) lalu yang ada di level Rp 16.786.

Penguatan ini terjadi di tengah dinamika pasar yang masih rentan terhadap faktor global, termasuk arus modal keluar dari pasar negara berkembang dan kekhawatiran investor terhadap kebijakan moneter di Amerika Serikat.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi salah satunya karena pemilihan pimpinan baru The Fed yang ditunjuk oleh Presiden AS Donald Trump.

Sedangkan dari domestik dipengaruhi oleh data manufaktur PMI Indonesia pagi ini yang kuat sedikit mendukung penguatan rupiah.

Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]

"Saya melihat penguatan ini tidak solid mengingat indeks dolar AS sendiri masih mengalami kenaikan oleh ekspektasi kepala the Fed baru pilihan Trump, Kevin Warsh yang diperkirakan akan bersikap hawkish," katanya saat dihubungi Suara.com.

Investor juga mewaspadai kemungkinan arus modal asing kembali berfluktuasi, yang pada akhir Januari sempat menyebabkan tekanan terhadap rupiah dan pasar saham domestik. Tentunya, penguatan rupiah diperkirakan akan terbatas hingga penutupan sore nanti. 

"Namun investor juga mengantisipasi data perdagangan dan inflasi Indonesia yang akan dirilis siang ini dengan kisaran Rp 16.700 - Rp 16.850," jelasnya.

Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, yuan China menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,11 persen. Selanjutnya ada dolar Hongkong yang terkerek 0,06% dan baht Thailand yang naik 0,03 persen. 

baca juga

Berikutnya ada peso Filipina yang terlihat menguat tipis 0,02 persen terhadap the greenback.

Sedangkan, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,83 persen dan dolar Taiwan yang tertekan 0,36 persen. Kemudian yen Jepang yang tergelincir 0,16 persen  dan dolar Singapura melemah 0,05 persen pada pagi ini. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Catat Asing Bawa Kabur Dananya Rp 12,40 Triliun dari Pasar Saham

BI Catat Asing Bawa Kabur Dananya Rp 12,40 Triliun dari Pasar Saham

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 12:38 WIB

Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham

Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 15:42 WIB

AXA Mandiri Kenalkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS, Ini Keuntungannya

AXA Mandiri Kenalkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS, Ini Keuntungannya

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 11:09 WIB

Terkini

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp17.952

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp17.952

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:39 WIB

Jangan Borong, Harga Emas Antam Terus Meroket Jadi Rp2.651.000/Gram

Jangan Borong, Harga Emas Antam Terus Meroket Jadi Rp2.651.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:31 WIB

IHSG Mulai Betah di Zona Hijau, Pagi Bergerak di Level 5.800-an

IHSG Mulai Betah di Zona Hijau, Pagi Bergerak di Level 5.800-an

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:18 WIB

Dari Ratusan Perusahaan, Mengapa Danantara Hanya Buka Kinerja 11 BUMN?

Dari Ratusan Perusahaan, Mengapa Danantara Hanya Buka Kinerja 11 BUMN?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:48 WIB

Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri 24 Bisa Diborong!

Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri 24 Bisa Diborong!

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:35 WIB

Bukan Sekadar Dipangkas, Ini Alasan 240 BUMN Dikonsolidasikan

Bukan Sekadar Dipangkas, Ini Alasan 240 BUMN Dikonsolidasikan

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:31 WIB

Minyak Dunia Stabil, Ekspor Minyak Arab Saudi Pulih: Harga BBM Bakal Turun Lagi?

Minyak Dunia Stabil, Ekspor Minyak Arab Saudi Pulih: Harga BBM Bakal Turun Lagi?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:28 WIB

CIMB Niaga Bidik Nasabah Keluarga untuk Perluas Layanan Keuangan Digital

CIMB Niaga Bidik Nasabah Keluarga untuk Perluas Layanan Keuangan Digital

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:21 WIB

Tekanan Pasar Tenaga Kerja AS Mereda, Investor Saham Bisa Lebih Tenang?

Tekanan Pasar Tenaga Kerja AS Mereda, Investor Saham Bisa Lebih Tenang?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:10 WIB

Warisan Jokowi Kena 'Semprit', Purbaya Sebut IKN Terlalu Sepi untuk Investor Global

Warisan Jokowi Kena 'Semprit', Purbaya Sebut IKN Terlalu Sepi untuk Investor Global

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 07:56 WIB

×