- IHSG dibuka merosot tajam pada Senin (2/2/2026), melemah 2,37% ke level 8.132,36, kontras dengan optimisme Menkeu.
- Tekanan pasar muncul setelah laporan MSCI mengenai transparansi memicu mundurnya sejumlah petinggi BEI dan OJK.
- Mayoritas saham bergerak negatif pagi itu, menunjukkan pelaku pasar cenderung menghindari risiko meski pemerintah telah menunjuk pejabat sementara.
"(IHSG) pasti naik. Ruang ke depan masih terbuka, luas untuk naik," ujar Purbaya dengan nada optimis.
Ia bahkan mengaitkan potensi penguatan bursa dengan target ambisius pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok di angka 6 persen.
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa para pelaku pasar masih bersikap sangat selektif dan cenderung menghindari risiko (risk-off).
Level 8.100 kini menjadi titik krusial bagi IHSG untuk menguji daya tahan psikologis pasar di tengah upaya pemerintah melakukan perbaikan struktural bursa.
DISCLAIMER: Investasi di pasar modal memiliki risiko volatilitas yang tinggi. Pergerakan IHSG sangat dipengaruhi oleh sentimen domestik dan kondisi ekonomi global. Artikel ini disusun sebagai laporan berita bisnis dan bukan merupakan jaminan keuntungan atau saran investasi profesional. Investor diharapkan tetap bijak dan melakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan finansial di tengah kondisi pasar yang dinamis.