Baca 10 detik
- Inflasi IHK Januari 2026 mengalami deflasi bulanan 0,15%, namun inflasi tahunan tercatat 3,55% (yoy).
- Deflasi terjadi pada *volatile food* (dipicu harga cabai dan bawang) dan *administered prices* (bensin dan tarif angkutan).
- Inflasi inti Januari 2026 naik menjadi 0,37% (mtm), didorong kenaikan harga emas global serta sewa rumah.
Kenaikan ini terutama disebabkan oleh base effect dari kebijakan diskon tarif listrik rumah tangga sebesar 50 persen pada Januari–Februari 2025.
Meski demikian, Bank Indonesia meyakini inflasi tahunan pada 2026 dan 2027 akan menurun dan tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen.
Optimisme tersebut didukung oleh konsistensi kebijakan moneter, kuatnya sinergi pengendalian inflasi antara BI dan Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID), penguatan Program Ketahanan Pangan Nasional, serta berakhirnya pengaruh base effect akibat kebijakan diskon tarif listrik pada awal 2025.