Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Inggris Siapkan Rp80 Triliun untuk Perkuat Armada Kapal Indonesia

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 03 Februari 2026 | 17:31 WIB
Inggris Siapkan Rp80 Triliun untuk Perkuat Armada Kapal Indonesia
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. [Dok. Kemenko Perekonomian]
baca 10 detik
  • Inggris kucurkan dana jumbo untuk dukung industri perkapalan Indonesia.
  • Target 1.582 kapal nelayan baru dengan desain canggih dari Babcock.
  • Fokus awal pada sektor maritim, energi terbarukan, dan digitalisasi.

Suara.com - Pemerintah Indonesia resmi mempererat sinergi ekonomi dengan Inggris melalui skema Economic Growth Partnership. Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah dukungan pendanaan fantastis sebesar 4 miliar poundsterling (sekitar Rp80 triliun) yang dialokasikan khusus untuk memperkuat industri perkapalan nasional dan memodernisasi armada nelayan domestik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mentransformasi sektor maritim Indonesia. "Dengan UK (Inggris) kemarin sudah ditandatangani Economic Growth Partnership," ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Dukungan pendanaan ini tidak hanya sekadar suntikan modal, melainkan diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi dan kapabilitas desain kapal di dalam negeri. Inggris, melalui perusahaan pertahanan dan teknologi maritim ternama, Babcock, akan terlibat langsung dalam pengembangan ini.

Babcock dilaporkan telah melakukan pertemuan intensif dengan Presiden RI Prabowo Subianto untuk membahas teknis kerja sama. Perusahaan tersebut akan membantu Indonesia dalam merancang kapal-kapal modern yang sesuai dengan karakteristik perairan Nusantara.

"Mereka memberikan 4 billion poundsterling untuk men-support perkapalan Indonesia. Perusahaan Babcock sudah bertemu Bapak Presiden dan mereka akan membantu mendesain kapal," tambah Airlangga.

Salah satu urgensi dari kemitraan ini adalah pemenuhan kebutuhan armada perikanan. Berdasarkan data pemerintah, Indonesia saat ini membutuhkan sedikitnya 1.582 unit kapal nelayan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya laut dan meningkatkan kesejahteraan nelayan lokal.

Kemitraan ini diharapkan dapat menjadi solusi atas keterbatasan teknologi dan pendanaan yang selama ini menghambat modernisasi armada nelayan. Dengan desain kapal yang lebih efisien dan tangguh, kapasitas tangkap nasional diharapkan meningkat signifikan.

Selain sektor perkapalan, Economic Growth Partnership juga mencakup sektor strategis lainnya seperti energi terbarukan, digitalisasi ekonomi dan pendidikan

Airlangga menekankan bahwa kesepakatan yang ada saat ini merupakan fondasi awal. Ke depan, pemerintah berencana untuk meningkatkan status kerja sama ini menjadi perjanjian yang lebih komprehensif (separate agreement). Namun, untuk saat ini, fokus utama adalah memastikan implementasi pendanaan £4 miliar tersebut berjalan tepat sasaran.

baca juga

"Ini bentuk awal dulu diimplementasikan. Tahap berikutnya nanti kita akan upgrade," pungkasnya. Langkah ini menandai babak baru diplomasi ekonomi Indonesia yang semakin agresif dalam menggandeng mitra global demi memperkuat visi sebagai poros maritim dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump

Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:53 WIB

Inflasi Januari 2026 Tembus 3,55 Persen, Airlangga Bilang Begini

Inflasi Januari 2026 Tembus 3,55 Persen, Airlangga Bilang Begini

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:42 WIB

Florian Wirtz Bisa Setara dengan Kevin De Bruyne, Hugo Ekitike Lebih Baik dari Fernando Torres

Florian Wirtz Bisa Setara dengan Kevin De Bruyne, Hugo Ekitike Lebih Baik dari Fernando Torres

Bola | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:03 WIB

Terkini

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:18 WIB

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:10 WIB

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:06 WIB

Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah

Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:03 WIB

Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?

Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 17:31 WIB

Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini

Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 17:18 WIB

Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian

Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:53 WIB

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:48 WIB

Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya

Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:41 WIB

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:00 WIB