Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Konsumsi Rumah Tangga Jadi 'Penyelamat' Ekonomi RI Sepanjang 2025

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 05 Februari 2026 | 12:36 WIB
Konsumsi Rumah Tangga Jadi 'Penyelamat' Ekonomi RI Sepanjang 2025
Warga berbelanja kebutuhan pokok di salah satu swalayan di Jakarta, Rabu (16/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Konsumsi rumah tangga sumbang 53,88% PDB Indonesia sepanjang 2025.
  • Belanja online melonjak 12,2%, dorong pertumbuhan ekonomi akhir tahun.
  • Mobilitas Nataru dan bansos perkuat daya beli masyarakat di Q4-2025.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) RI melaporkan bahwa konsumsi rumah tangga kembali menjadi tulang punggung utama pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025. Daya beli masyarakat yang tetap terjaga menjadi motor penggerak dominan dalam struktur Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Plt. Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi jumbo sebesar 53,88 persen terhadap PDB. Sepanjang tahun 2025, sektor ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,98 persen.

“Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB sisi pengeluaran adalah konsumsi rumah tangga,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Gedung BPS RI, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Memasuki pengujung tahun, performa konsumsi masyarakat justru semakin melesat. Pada Triwulan IV-2025, konsumsi rumah tangga menyumbang pertumbuhan sebesar 2,68 persen basis point. Kuatnya angka ini didorong oleh peningkatan indeks penjualan eceran riil serta ledakan transaksi di platform digital.

Amalia merinci, transaksi belanja daring (e-commerce) melalui marketplace tumbuh signifikan sebesar 12,2 persen secara quarter-to-quarter (qtq). "Pergerakan konsumsi masyarakat ini juga sejalan dengan meningkatnya mobilitas pada momen libur Natal dan Tahun Baru," imbuhnya.

Tak hanya ritel dan belanja online, denyut ekonomi juga terasa di sektor pariwisata. Konsumsi restoran dan hotel tercatat tumbuh tinggi seiring meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara. Selain itu, intervensi pemerintah melalui belanja bantuan sosial (bansos) dinilai efektif dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.

Data BPS juga menunjukkan indikator keuangan masyarakat tetap kuat, yang tercermin dari pertumbuhan nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, hingga kartu kredit yang tetap solid hingga akhir tahun 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen Sepanjang 2025

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen Sepanjang 2025

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 12:20 WIB

Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?

Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 06:35 WIB

Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2029 Bisa Dekati 8 Persen, Jika Saya Masih Menkeu

Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2029 Bisa Dekati 8 Persen, Jika Saya Masih Menkeu

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 09:10 WIB

Terkini

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:12 WIB