- Presiden Direktur BCA Finance menyoroti pentingnya Generasi Z membeli kendaraan secara rasional menggunakan skema cicilan.
- Pemilihan kendaraan harus berdasarkan kebutuhan riil individu, agar cicilan tidak menjadi beban finansial jangka panjang.
- Pembiayaan otomotif dapat dimanfaatkan untuk mengatur arus kas asalkan kemampuan membayar calon debitur telah dipertimbangkan.
Suara.com - Generasi Z atau muda harus pintar dalam membeli kendaraan dengan skema biaya cicilan, agar tidak menjadi beban jangka panjang.
Presiden Direktur BCA Finance, Petrus Karim, mengatakan, potensi pasar otomotif nasional masih besar, terutama ditopang populasi Indonesia yang hampir 300 juta jiwa. Namun, tantangannya adalah mengelola minat belanja agar tetap rasional.
“Potensi masyarakat Indonesia yang hampir 300 juta jiwa dengan ekonomi sebesar ini, potensinya pasti besar. Tinggal bagaimana kita memenuhi itu, meningkatkan minat masyarakat untuk spending, untuk belanja, terutama belanja alat-alat transportasi,” kata Petrus dalam diskusi strategi pembiayaan otomotif rangkaian dari BCA Expoversary di ICE BSD Tangerang, Kamis (5/2/2026).
Kata dia, geerasi muda kerap tergoda memilih kendaraan di luar kebutuhan riil. Padahal, pola pemakaian harian sering kali tidak sebanding dengan ukuran atau harga kendaraan yang dibeli.
“Kalau secara khusus bagaimana cara memilih kendaraan, itu kembali ke kebutuhan masing-masing individu. Untuk apa mobilnya, apakah untuk kerja atau untuk keluarga. Banyak orang memilih mobil besar yang muat banyak, padahal kenyataannya jarang dipakai penuh,” ujar Petrus.
Ia mengatakan, keputusan yang tidak tepat dapat membuat angsuran terasa berat meski bunga kredit rendah.
![Ilustrasi BCA Finance. [BCA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/05/24/72133-bca-finance.jpg)
“Jangan sampai minat lebih besar dari kebutuhan,” kata Petrus.
Dari sisi roda dua, Direktur BCA Finance Herwandi Puswanto menyebut prinsip yang sama berlaku bagi pembeli motor, termasuk generasi muda. Penentuan pilihan harus berurutan dari kebutuhan, keinginan, hingga kemampuan bayar.
“Pertama dilihat kebutuhannya, kemudian keinginannya, dan terakhir kemampuannya. Jenis motor beragam, ada untuk jalan raya, pedesaan, hingga off-road. Yang penting disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan,” kata Herwandi.
Baca Juga: Jumlah Pengendara di Indonesia Tinggi, Tapi Asuransi Kendaraan Masih Rendah
Ia menambahkan, tren motor otomatis masih mendominasi, meski motor petualang mulai diminati anak muda.
“Secara data, motor matik masih mendominasi. Namun, motor adventure juga mulai naik, terutama di kalangan anak muda,” ujarnya.
Terkait skema pembiayaan, Herwandi menilai kredit dapat dimanfaatkan untuk mengatur arus kas, selama disesuaikan dengan kemampuan.
“Dengan bunga spesial 5,69 persen dan DP yang rendah, kredit bisa membantu mengelola cash flow. Tidak ada salahnya memanfaatkan pembiayaan jika penawarannya menarik,” kata Herwandi.
Petrus menambahkan, calon debitur tetap harus memperhitungkan kesesuaian penghasilan dan usia sebelum mengambil kredit.
“Pada dasarnya semua orang bisa mengajukan kredit, selama penghasilannya sesuai dengan kendaraan yang dipilih. Kami menyediakan simulasi kredit agar angsuran sesuai kemampuan,” tandasnya.