Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye

Liberty Jemadu | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 06 Februari 2026 | 20:21 WIB
Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan uji coba pengaliran air Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara pada 31 Januari 2026 pasca-bencana banjir Sumatera. Foto: Menteri PU Dody Hanggodo (kedua kiri) [Antara]
  • Kementerian PU menguji coba pengaliran air DI Jambo Aye, Aceh Utara, pada 31 Januari 2026 untuk menghidupkan pertanian pascabencana.
  • Bencana hidrometeorologi pada November 2025 merusak irigasi seluas 19.473 hektare yang bersumber dari Sungai Jambo Aye.
  • Pemulihan bertahap menargetkan 7.046 hektare irigasi berfungsi penuh pada akhir Maret 2026 guna jaga ketahanan pangan.

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai menghidupkan pertanian di Aceh Utara pascabencana hidrometeorologi. Salah satu langkah yang ditempuh yakni melakukan uji coba pengaliran air Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara pada 31 Januari 2026.

Uji coba tersebut dilakukan sebagai bagian dari percepatan pemulihan layanan irigasi bagi lahan pertanian masyarakat yang sempat terhenti akibat bencana. Pemerintah menargetkan pemulihan irigasi bisa segera dirasakan petani agar aktivitas tanam tidak tertunda lebih lama.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, keberlanjutan layanan irigasi menjadi fokus utama kementeriannya, terutama di wilayah sentra produksi pangan. Menurut dia, fungsi irigasi memiliki kaitan langsung dengan ketahanan pangan dan penghidupan petani.

“Irigasi adalah tulang punggung pertanian. Begitu terjadi gangguan, harus segera cepat ditangani agar saluran kembali berfungsi,” kata Dody kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).

DI Jambo Aye yang berada di Kecamatan Langkahan diketahui memiliki luas layanan sekitar 19.473 hektare. Sumber air utama irigasi ini berasal dari Sungai Jambo Aye atau Arakundo yang selama ini menopang ribuan hektare sawah masyarakat.

Namun, operasional sistem irigasi tersebut sempat terhenti akibat bencana hidrometeorologi pada 26 November 2025. Bencana itu menyebabkan kerusakan pada bangunan utama bendung, jaringan irigasi, serta sejumlah sarana dan prasarana pendukung.

Sejak masa tanggap darurat, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh langsung melakukan penanganan awal. Langkah yang dilakukan antara lain pembersihan sedimen dan material banjir di bangunan bendung, kantong lumpur, serta saluran irigasi.

Upaya tersebut ditujukan untuk memulihkan kembali fungsi layanan air ke areal persawahan masyarakat. Setelah tahapan darurat, pemulihan dilanjutkan dengan uji coba pengaliran air pascabencana.

Dalam uji coba tersebut, air dialirkan melalui saluran primer BJA 0 hingga BJA 5 sepanjang kurang lebih 15 kilometer. Untuk mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan, Kementerian PU mengerahkan sembilan unit alat berat di sejumlah titik jaringan irigasi.

Pemulihan DI Jambo Aye dilakukan secara bertahap. Sub DI Panton Labu dengan luas layanan sekitar 2.700 hektare ditargetkan kembali beroperasi pada akhir Februari 2026.

Sementara itu, Sub DI Lhoksukon seluas sekitar 1.381 hektare, Sub DI Monsukon sekitar 590 hektare, dan Sub DI Arakundo sekitar 2.375 hektare ditargetkan dapat difungsionalkan pada akhir Maret 2026.

Dengan target tersebut, total luas areal irigasi yang diperkirakan kembali berfungsi hingga akhir Maret 2026 mencapai sekitar 7.046 hektare. Pemerintah berharap pemulihan ini dapat menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian dan meningkatkan produktivitas lahan sawah.

Selain itu, percepatan pemulihan DI Jambo Aye diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan masyarakat Aceh Utara di tengah proses pemulihan pascabencana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementerian PU Angkut 698 Ton Sampah dari Aceh

Kementerian PU Angkut 698 Ton Sampah dari Aceh

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 20:37 WIB

PU Kebut Normalisasi Sungai Aek Doras, Upaya Redam Ancaman Banjir di Sibolga

PU Kebut Normalisasi Sungai Aek Doras, Upaya Redam Ancaman Banjir di Sibolga

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 18:55 WIB

Kementerian PU Mulai Tambal Lubang Jalan Nasional di Aceh Tamiang Pascabencana

Kementerian PU Mulai Tambal Lubang Jalan Nasional di Aceh Tamiang Pascabencana

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 13:24 WIB

Kekeringan Landa Padang, Kementerian PU Respon Cepat Krisis Air di Padang

Kekeringan Landa Padang, Kementerian PU Respon Cepat Krisis Air di Padang

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 18:22 WIB

Tinjau Banjir Aek Garoga, Menteri PU Dorong Normalisasi Sungai hingga Sabo Dam

Tinjau Banjir Aek Garoga, Menteri PU Dorong Normalisasi Sungai hingga Sabo Dam

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 13:33 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB