Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Bos Unilever (UNVR) Indonesia Lapor, Laba Tembus Rp7,6 Triliun di 2025

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:09 WIB
Bos Unilever (UNVR) Indonesia Lapor, Laba Tembus Rp7,6 Triliun di 2025
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap melaporkan laba bersih Unilever Indonesia (UNVR) mencapai Rp7,6 Triliun di 2025. Tangkapan Layar
  • Laba bersih UNVR 2025 capai Rp7,6 triliun berkat transformasi dan divestasi.
  • 16 Power Brands (Rinso, Bango, dll) tumbuh 9,1% dan kuasai 75% penjualan.
  • Arus kas naik 1,7x lipat menjadi Rp4,9 triliun dengan kondisi utang nol.

Suara.com - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Emiten raksasa konsumer ini berhasil mencatatkan laba bersih total sebesar Rp7,6 triliun, didorong oleh langkah transformasi strategis dan divestasi bisnis yang tepat sasaran.

Dalam laporan keuangan yang telah diaudit, Perseroan mengantongi penjualan bersih dari operasi yang masih berjalan (continuing operations) sebesar Rp31,9 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 4,3% secara tahunan (yoy).

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap mengungkapkan, capaian ini merupakan hasil dari momentum pemulihan yang terus menguat berkat perubahan struktural yang disiplin.

"Hasil kinerja kami menunjukkan bahwa langkah-langkah tegas yang kami terapkan telah memberikan dampak berkelanjutan, tercermin dari pertumbuhan dan peningkatan profitabilitas," ujar Benjie dalam konfrensi persnya secara virtual, Kamis (12/2/2026).

Jika menilik lebih dalam, laba bersih dari operasi yang masih berjalan mencapai Rp3,5 triliun, atau melesat 21,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini semakin impresif jika biaya transformasi dikesampingkan, di mana laba bersih inti sejatinya berada di angka Rp4,1 triliun.

Kesehatan finansial UNVR juga terlihat dari arus kas bebas (free cash flow) yang mencapai Rp4,9 triliun, naik 1,7 kali lipat dibandingkan tahun lalu, dengan posisi utang nol.

Lonjakan laba total hingga Rp7,6 triliun sendiri turut dipengaruhi oleh keuntungan dari operasi yang dihentikan, termasuk hasil dari divestasi strategis bisnis Es Krim dan Teh Sariwangi.

Sepanjang 2025, Unilever menjalankan strategi "buang beban" dengan melepas kategori yang pertumbuhannya melambat. Fokus dialihkan pada 16 merek utama (Power Brands) seperti Pepsodent, Bango, Royco, Sunlight, dan Rinso.

Hasilnya nyata: ke-16 merek tersebut berkontribusi sebesar 75% dari total penjualan dengan angka pertumbuhan mencapai 9,1%. Selain itu, segmen dengan pertumbuhan tinggi kini menyumbang 9,8% terhadap portofolio perusahaan, naik dari sebelumnya 8,0%.

Menatap tahun 2026, Benjie Yap tetap optimis meski mengakui adanya tantangan musiman. Penjualan pada kuartal I-2026 diprediksi sedikit melambat karena pergeseran waktu perayaan Idul Fitri yang lebih awal.

"Kami memulai 2026 dengan keyakinan pada fondasi yang telah dibangun. Prioritas kami tetap pada pertumbuhan yang didorong oleh kualitas dan volume, melampaui tren pasar," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sequis Life Perkuat Ekspansi dengan Catat RBC 572% dan Aset Rp23,43 Triliun

Sequis Life Perkuat Ekspansi dengan Catat RBC 572% dan Aset Rp23,43 Triliun

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 12:15 WIB

PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%

PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%

Bisnis | Sabtu, 07 Februari 2026 | 14:51 WIB

Bank Mandiri Raup Laba Rp56,3 Triliun di 2025, Ini Pendorongnya

Bank Mandiri Raup Laba Rp56,3 Triliun di 2025, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 16:41 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB