Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Mudik Lebaran 2026: PELNI Tambah Jadwal Kapal ke Sapeken & Masalembo!

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:12 WIB
Mudik Lebaran 2026: PELNI Tambah Jadwal Kapal ke Sapeken & Masalembo!
Ilustrasi. ELNI resmi menambah frekuensi pelayaran kapal perintis Sabuk Nusantara untuk mengantisipasi lonjakan pemudik di wilayah kepulauan, khususnya rute Sapeken dan Masalembo. Foto ist.
  • PELNI tambah jadwal kapal Sabuk Nusantara untuk mudik Lebaran 2026.
  • Rute Tanjung Wangi-Sapeken ditambah jadi 4 kali perjalanan.
  • Rute Surabaya/Kalianget-Masalembo ditambah jadi 3 kali PP.

Suara.com - PT PELNI (Persero) tancap gas mempersiapkan angkutan Lebaran 2026. Belajar dari evaluasi tahun lalu, PELNI resmi menambah frekuensi pelayaran kapal perintis Sabuk Nusantara untuk mengantisipasi lonjakan pemudik di wilayah kepulauan, khususnya rute Sapeken dan Masalembo.

Kepala Cabang PT PELNI Surabaya, Roni Abdullah, mengungkapkan bahwa lonjakan penumpang pada 2025 menjadi dasar utama penyesuaian jadwal tahun ini. Salah satu titik paling krusial adalah rute Tanjung Wangi menuju Sapeken.

"Evaluasi tahun 2025 itu ruas terpadatnya adalah dari Tanjung Wangi ke Sapeken. Untuk tahun 2026 ini, Sabuk Nusantara 91 akan kita operasikan 4 kali di ruas Tanjung Wangi-Sapeken saat arus mudik nanti," ujar Roni kepada wartawan, Kamis (12/2/2026).

Data PELNI mencatat, pada musim mudik 2025, rute tersebut mengangkut hingga 1.825 penumpang. Tak hanya di Banyuwangi, optimalisasi juga dilakukan pada Sabuk Nusantara 92 yang berbasis di Surabaya.

Roni menjelaskan, rute dari Kalianget menuju Masalembo juga menjadi perhatian serius. Untuk itu, PELNI menyiapkan strategi khusus berupa penambahan frekuensi perjalanan.

"Strategi kita untuk tahun 2026 adalah ruas Surabaya-Masalembo dan Kalianget-Masalembo dibuat 3 kali round trip (pulang pergi) untuk mengantisipasi lonjakan penumpang," jelasnya.

Secara nasional, PELNI total menyiagakan 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis untuk melayani masyarakat selama periode H-15 hingga H+15 Lebaran. Khusus di Jawa Timur, Sabuk Nusantara 91 dan 92 tetap menjadi tulang punggung utama konektivitas warga kepulauan Madura dan sekitarnya.

Langkah ini diharapkan dapat mengatasi masalah keterbatasan armada yang kerap menghantui warga kepulauan saat musim mudik tiba. "Secara umum, itu yang kami siapkan terkait layanan PELNI di Jawa Timur," tutup Roni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PLN Percepat Pembangunan SPKLU Jelang Mudik Lebaran 2026

PLN Percepat Pembangunan SPKLU Jelang Mudik Lebaran 2026

Otomotif | Kamis, 12 Februari 2026 | 18:46 WIB

Pendaftaran Resmi Program Mudik Lebaran Gratis 2026

Pendaftaran Resmi Program Mudik Lebaran Gratis 2026

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 16:08 WIB

Mudik Bareng Honda 2026 Resmi Dibuka Cek Syarat dan Cara Pendaftarannya

Mudik Bareng Honda 2026 Resmi Dibuka Cek Syarat dan Cara Pendaftarannya

Otomotif | Kamis, 12 Februari 2026 | 15:10 WIB

Terkini

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:33 WIB

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:22 WIB

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:14 WIB

Panasonic GOBEL Hadirkan ART with HEART: Pamerkan 70 Karya Seniman Difabel dan Senior

Panasonic GOBEL Hadirkan ART with HEART: Pamerkan 70 Karya Seniman Difabel dan Senior

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:18 WIB

Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik

Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir

IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:07 WIB

Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya

Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:49 WIB

Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:34 WIB

Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float

Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:11 WIB

Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif

Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:10 WIB