Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IHT Disebut Kunci Prabowonomics, Mampukah Dongkrak Target Ekonomi 8%?

Achmad Fauzi | Suara.com

Minggu, 15 Februari 2026 | 19:33 WIB
IHT Disebut Kunci Prabowonomics, Mampukah Dongkrak Target Ekonomi 8%?
Tembakau hasil panen petani di Temanggung, Jawa Tengah. [Dok. Serat.id]
  • Industri Hasil Tembakau (IHT) penting menopang ekonomi nasional sesuai target pertumbuhan ekonomi Prabowonomics.
  • IHT memiliki peran strategis karena melibatkan petani, padat karya, dan kontribusi signifikan pada penerimaan negara dari cukai.
  • Indonesia pernah memenangkan gugatan WTO terhadap larangan ekspor kretek oleh Amerika Serikat atas dasar diskriminatif.

Suara.com - Industri Hasil Tembakau (IHT) dinilai memiliki peran strategis dalam menopang ketahanan ekonomi nasional, terutama di tengah ambisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui konsep Prabowonomics.

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, menegaskan pentingnya menjaga industri dalam negeri sebagai bagian dari kepentingan nasional. Menurutnya, IHT selama ini telah menjadi salah satu sektor yang berpengaruh terhadap pemasukan negara dan kehidupan ekonomi masyarakat.

"Kita harus melindungi kepentingan nasional, jadi apapun interaksi kita dengan global dan internasional pasti yang harus dikedepankan adalah kepentingan nasional," ujarnya seperti dikutip, Minggu (15/2/2026).

Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan Marie Elka Pangestu usai melantik Wakil Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Istana, Selasa (5/11/2024). [Biro Press]
Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan Marie Elka Pangestu usai melantik Wakil Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Istana, Selasa (5/11/2024). [Biro Press]

Mari Elka menyebut IHT bukan sekadar sektor industri biasa. Rantai pasoknya melibatkan petani tembakau, tenaga kerja di sektor padat karya, hingga kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara melalui cukai.

Dalam konteks Prabowonomics yang menitikberatkan pada penguatan sektor strategis nasional, IHT dinilai masih relevan sebagai salah satu penopang.

Di tengah kondisi global yang tidak stabil, pemerintah pun diimbau untuk tidak menekan industri hasil tembakau di dalam negeri. Ia menyinggung pengalaman masa lalu ketika Amerika Serikat (AS) melarang ekspor kretek Indonesia dengan alasan kesehatan dan kecanduan.

"Waktu itu AS melarang ekspor tembakau dari Indonesia dengan alasan kretek itu menciptakan rasa yang manis atau yang enak sehingga anak muda itu menjadi addicted kepada rokok,” tuturnya.

Larangan tersebut dinilai diskriminatif karena hanya menyasar kretek. Indonesia kemudian membawa kasus itu ke forum World Trade Organization (WTO) dan memenangkan gugatan tersebut.

"Buktikan bahwa cengkih itu lebih membuat anak muda addicted dibandingkan dengan menthol, mereka tidak bisa buktikan, karena harus ada pembuktikan setiap ada larangan. Akhirnya kita menang," kata Mari Elka.

Dari sisi produksi, kinerja tembakau nasional juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan 'Buku Outlook Komoditas Perkebunan Tembakau' Kementerian Pertanian, dalam periode 2015–2024 produksi tembakau nasional tumbuh rata-rata 4,57 persen per tahun.

Sementara, proyeksi 2023–2027 menunjukkan produksi mencapai 234.139 ton per tahun, dengan ketersediaan tembakau 2026–2027 diperkirakan 661.709 ton.

Seluruh tembakau lokal tersebut diserap untuk kebutuhan industri hasil tembakau, yang artinya sektor ini masih memiliki daya serap tinggi terhadap komoditas dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Pede Ekonomi Ekspansif hingga 2033: Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram

Purbaya Pede Ekonomi Ekspansif hingga 2033: Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 21:17 WIB

Di Hadapan Prabowo, Airlangga: 2 Tahun Lagi Indonesia Lepas Landas ke Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Di Hadapan Prabowo, Airlangga: 2 Tahun Lagi Indonesia Lepas Landas ke Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 18:12 WIB

Menko Airlangga Klaim Pengangguran Turun 4,74 Persen, Ini Pendorongnya

Menko Airlangga Klaim Pengangguran Turun 4,74 Persen, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 18:06 WIB

Terkini

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 21:40 WIB

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 20:05 WIB

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:38 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:05 WIB

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:58 WIB

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:44 WIB

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:41 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB