Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Menanti Hasil Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Bergerak Tipis

Mohammad Fadil Djailani | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Senin, 16 Februari 2026 | 11:39 WIB
Menanti Hasil Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Bergerak Tipis
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)
  • Brent di USD 67,72 & WTI USD 62,86 saat pasar menanti hasil perundingan AS-Iran.
  • Ketegangan militer menahan harga minyak agar tidak merosot lebih dalam
  • Produksi minyak akan dinaikkan pada April guna penuhi permintaan musim panas.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia terpantau stabil pada perdagangan Senin (16/2/2026). Pelaku pasar cenderung wait and see menanti hasil negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, di tengah kekhawatiran gangguan pasokan akibat ketegangan geopolitik.

Mengutip laporan Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka turun tipis 3 sen ke level USD 67,72 per barel pada pukul 08.56 WIB. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di angka USD 62,86 per barel, juga turun 3 sen. Sebagai catatan, tidak ada penyelesaian transaksi WTI hari ini karena libur pasar di AS.

Pelemahan tipis ini melanjutkan tren akhir pekan lalu, di mana Brent terkoreksi 0,5% dan WTI turun 1%. Sentimen negatif dipicu oleh pernyataan Presiden AS terkait potensi kesepakatan dengan Teheran dalam waktu dekat.

AS dan Iran dijadwalkan memulai putaran kedua pembicaraan nuklir di Jenewa pada Selasa besok. Pihak Iran menargetkan kesepakatan ekonomi yang menguntungkan, khususnya di sektor energi, pertambangan, dan pengadaan pesawat.

Namun, ketegangan militer tetap membayangi. AS dilaporkan telah mengerahkan kapal induk kedua sebagai langkah antisipasi. Di sisi lain, Garda Revolusi Iran mengancam akan membalas setiap serangan terhadap wilayah mereka dengan menyasar pangkalan militer AS.

Di tengah ketidakpastian ini, aliansi OPEC+ dikabarkan berencana meningkatkan kembali volume produksi pada April mendatang. Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan permintaan energi saat memasuki musim panas.

Analis pasar IG, Tony Sycamore, menilai harga saat ini masih tertahan oleh "premi risiko" geopolitik.

"Ekspektasi kesepakatan sebenarnya sangat rendah. Ini kemungkinan hanya ketenangan sebelum badai. Jika dukungan geopolitik itu tidak ada, harga WTI kemungkinan sudah di bawah USD 60 pagi ini," ujar Sycamore.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Stabil di Tengah Bayang-bayang Surplus Pasokan Venezuela

Harga Minyak Stabil di Tengah Bayang-bayang Surplus Pasokan Venezuela

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:06 WIB

Sentimen Geopolitik AS-Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Sentimen Geopolitik AS-Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Tekno | Kamis, 12 Februari 2026 | 11:04 WIB

Harga Minyak Stabil di Tengah Ketegangan Diplomatik AS - Iran

Harga Minyak Stabil di Tengah Ketegangan Diplomatik AS - Iran

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 11:52 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB