Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Tak Hanya Biji Mentah, Pemerintah Bidik Ekspor Kopi Olahan

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 17 Februari 2026 | 17:28 WIB
Tak Hanya Biji Mentah, Pemerintah Bidik Ekspor Kopi Olahan
Pedagang memasukkan kopi ke dalam kemasan untuk pembeli di Dunia Kopi, Pasar Santa, Jakarta Selatan, Jumat (5/5/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Kementerian Pertanian menargetkan kinerja ekspor kopi menguat setelah nilai ekspor 2024 mencapai lebih dari USD 1,63 miliar.
  • Pengembangan kopi difokuskan dari hulu ke hilir untuk nilai tambah, produksi 813 ribu ton kopi berasan pada 2024.
  • Arah kebijakan meliputi peningkatan produktivitas, peremajaan, pascapanen, dan percepatan hilirisasi produk olahan bernilai tinggi.

Suara.com - Kementerian Pertanian menargetkan kinerja ekspor kopi Indonesia terus menguat hingga beberapa tahun ke depan. Hal ini, setelah mencatat nilai ekspor lebih dari USD 1,63 miliar pada 2024.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menilai kopi bukan sekadar komoditas ekspor, tetapi juga sumber penghidupan jutaan pekebun di berbagai daerah. Karena itu, kebijakan pengembangan kopi diarahkan dari hulu hingga hilir agar nilai tambah lebih banyak dinikmati di dalam negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, produksi kopi nasional mencapai sekitar 813 ribu ton kopi berasan. Angka tersebut menjadi dasar pemerintah dalam merumuskan strategi penguatan sektor kopi ke depan.

Ilustrasi Kopi [Unsplash/Aakash Goel]
Ilustrasi Kopi [Unsplash/Aakash Goel]

Indonesia sendiri masih berada di jajaran produsen kopi terbesar dunia dengan pasar ekspor yang tersebar di kawasan Amerika, Eropa, hingga Asia. Pemerintah kini mendorong agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok biji kopi mentah, tetapi juga produsen kopi olahan bernilai tambah.

Amran menyebut arah pengembangan kopi nasional tidak hanya berfokus pada volume produksi, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan industri.

"Pengembangan kopi nasional harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi pekebun. Kebijakan ke depan difokuskan pada peningkatan produktivitas kebun rakyat, peremajaan tanaman, penguatan penanganan pascapanen, serta percepatan hilirisasi agar kopi Indonesia tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dalam produk olahan bernilai tambah tinggi," ujar Amran kepada wartawan, Selasa (17/2/2026).

Ia menyebut hilirisasi menjadi kunci untuk meningkatkan posisi tawar kopi Indonesia di pasar global. Pemerintah mendorong pengembangan industri roasting, produk kopi siap seduh, ekstrak kopi, hingga berbagai diversifikasi turunan lainnya.

Dari sisi perdagangan, volume ekspor kopi Indonesia pada 2024 tercatat mencapai 316,7 ribu ton dengan nilai lebih dari USD1,63 miliar. Pemerintah ingin capaian tersebut menjadi landasan untuk memperluas akses pasar ekspor hingga 2026.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat mengatakan penguatan sektor kopi juga dilakukan melalui praktik budidaya yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim, serta peningkatan pendampingan bagi pekebun.

Selain itu, pemerintah mendorong kemitraan antara pekebun dan industri pengolahan agar proses hilirisasi berjalan lebih cepat di sentra produksi kopi nasional.

"Dengan strategi terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk penguatan hilirisasi di dalam negeri, pengembangan kopi nasional hingga 2026 diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah, memperluas pasar, serta memperkuat kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan," pungkas Roni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya

Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 19:21 WIB

IPC TPK Catat Bongkar Muat 299 Ribu TEUs di Awal 2026

IPC TPK Catat Bongkar Muat 299 Ribu TEUs di Awal 2026

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 18:39 WIB

BPDP Ungkap Penerimaan Ekspor Sawit Tembus Rp 31 Triliun di 2025

BPDP Ungkap Penerimaan Ekspor Sawit Tembus Rp 31 Triliun di 2025

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 13:16 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB