Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tak Bisa Cuma Andalkan APBN, Menteri PKP Maruarar Sirait Tagih Kolaborasi Daerah dan Swasta

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 25 Februari 2026 | 19:32 WIB
Tak Bisa Cuma Andalkan APBN, Menteri PKP Maruarar Sirait Tagih Kolaborasi Daerah dan Swasta
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan anggaran negara dalam menjalankan proyek perumahan rakyat. Ia menilai besarnya kebutuhan hunian membuat pembiayaan harus melibatkan lebih banyak pihak di luar APBN dan APBD. Foto Fakhri-Suara.com
  • APBN & APBD tak cukup untuk target perumahan, butuh swasta.
  • Target 400.000 unit BSPS dan 350.000 rumah subsidi di tahun 2026.
  • Groundbreaking 140.000 unit di Meikarta pada 8 Maret lewat hibah lahan.

Suara.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan anggaran negara dalam menjalankan proyek perumahan rakyat.

Ia menilai besarnya kebutuhan hunian membuat pembiayaan harus melibatkan lebih banyak pihak di luar APBN dan APBD.

Maruarar mengatakan jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia masih sangat besar sehingga penyelesaiannya tidak bisa hanya bertumpu pada anggaran pemerintah.

"Kalau hanya mengandalkan APBN dan APBD, saya yakin enggak akan bisa. Dan kalaupun bisa waktunya lama sekali," kata Maruarar dalam rapat koordinasi program perumahan 2026 bersama sejumlah gubernur di Kantor Kemendagri, Rabu (25/2/2026).

Ia menyebut perlu ada terobosan di bidang regulasi, pembiayaan, dan penyediaan lahan agar program perumahan dapat berjalan lebih cepat.

"Mesti ada terobosan regulasi, pembiayaan, dan lahan," ujarnya.

Dalam program perumahan 2026, pemerintah tetap mengandalkan sejumlah skema utama dari APBN. Salah satunya Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang tahun ini ditargetkan mencapai 400.000 rumah, melonjak jauh dari realisasi tahun lalu sekitar 45.000 unit.

Program lain yang disiapkan pemerintah adalah penanganan kawasan kumuh di berbagai daerah, pembangunan rumah susun di sejumlah titik, serta penyediaan prasarana dasar seperti sanitasi dan fasilitas lingkungan permukiman.

Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan pembangunan rumah subsidi melalui Tapera. Tahun lalu realisasi rumah subsidi mencapai 278.000 unit, dan pemerintah menargetkan jumlahnya bisa meningkat hingga sekitar 350.000 unit pada tahun ini.

Maruarar juga menyoroti pentingnya pembangunan rumah susun sebagai solusi di kawasan perkotaan yang lahannya semakin terbatas.

Ia bahkan menyinggung rencana proyek besar pembangunan rumah susun di kawasan Meikarta yang akan dimulai dalam waktu dekat.

"Mohon doanya semoga paling lama tanggal 8 Maret kita akan melakukan groundbreaking di Meikarta untuk sekitar 140.000 unit," katanya.

Menurut Maruarar, proyek tersebut menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta, termasuk hibah lahan sekitar 30 hektare yang diberikan untuk pembangunan hunian rakyat.

Selain mengandalkan anggaran negara dan pembiayaan subsidi, pemerintah juga mendorong kontribusi dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

Ia menyebut tahun lalu ribuan rumah dibangun melalui dukungan CSR perusahaan dan yayasan, sementara tahun ini jumlah kontribusi diperkirakan meningkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

THR Lebaran 2026 Karyawan Swasta Paling Lambat Tanggal Berapa? Simak Ketentuannya

THR Lebaran 2026 Karyawan Swasta Paling Lambat Tanggal Berapa? Simak Ketentuannya

Lifestyle | Rabu, 25 Februari 2026 | 18:00 WIB

Pembagian THR Paling Lambat Kapan? Tidak Boleh Dicicil, Cek Batas Waktunya

Pembagian THR Paling Lambat Kapan? Tidak Boleh Dicicil, Cek Batas Waktunya

Lifestyle | Selasa, 24 Februari 2026 | 17:31 WIB

Ketentuan THR 2026 untuk Karyawan Swasta, Paling Lambat Dibayar Kapan?

Ketentuan THR 2026 untuk Karyawan Swasta, Paling Lambat Dibayar Kapan?

Lifestyle | Selasa, 24 Februari 2026 | 12:05 WIB

Terkini

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:33 WIB

Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:30 WIB

Energi Terbarukan Kian Digenjot, Teknologi Baterai Jadi Kunci Atasi Fluktuasi Listrik

Energi Terbarukan Kian Digenjot, Teknologi Baterai Jadi Kunci Atasi Fluktuasi Listrik

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:30 WIB

ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya

ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:59 WIB

Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa

Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya

Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:46 WIB

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:40 WIB

Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni

Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:27 WIB

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:53 WIB

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:41 WIB