bisnis ringkas

Biaya Hidup Naik Saat Ramadan, Siasat Atur Keuangan Biar Nggak Boncos

Achmad Fauzi Suara.Com
Kamis, 26 Februari 2026 | 11:55 WIB
Biaya Hidup Naik Saat Ramadan, Siasat Atur Keuangan Biar Nggak Boncos
Kenaikan biaya hidup sekitar 20 persen selama Ramadan disebabkan meningkatnya harga pangan dan biaya sosial Lebaran. [Suara.com/Aldie]
Baca 10 detik
  • Kenaikan biaya hidup sekitar 20 persen selama Ramadan disebabkan meningkatnya harga pangan dan biaya sosial Lebaran.
  • Financial planner menyarankan pemisahan anggaran rutin bulanan dan anggaran khusus Ramadan untuk mengontrol pengeluaran.
  • Strategi penting mencakup tidak tergoda belanja dini menggunakan paylater dan menyisihkan sebagian dana Tunjangan Hari Raya (THR).

Suara.com - Memasuki bulan ramadan seluruh kebutuhan pasti meningkat. Mulai dari konsumsi hingga belanja yang tidak terkontrol selama bulan suci bagi umat Islam ini.

Padahal, pada momen yang dinanti ini harusnya semua umat muslim menahan segala nafsu baik makan maupun belanja.

Imbasnya, pengeluaran akan membengkak, bahkan bisa membuat boncos tabungan. Maka dari itu, perlu siasat agar kebutuhan di ramadan terpenuhi, tapi keuangan bisa terkontrol.

Banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk menyusun strategi keuangan agar isi dompet tidak terkuras banyak. Masyarakat bisa memulai dengan susun pos-pos pengeluaran wajib selama ramadan.

Apa Saja Beban Biaya yang Naik

Financial Planner, Aidil Akbar, mengatakan pada momen ramadan ini ada kenaikan biaya hidup sebesar 20 persen. Kenaikan ini imbas dari harga-harga pangan juga meningkat.

"Selanjutnya, biaya buka bersama, ini biaya yang nggak kalah boros. Saya lihat buka bersama ini kan sebagai ajang silahturahmi," katanya.

Kemudian, Aidil melanjutkan, biaya belanja lebaran juga satu beban pos selama ramadan. Menurutnya, beban pos satu merupakan salah satu biaya sosial mulai dari pakaian baru hingga kue-kue hadapi hari raya Lebaran

"Lalu, Biaya Oleh-oleh Lebaran, biasanya untuk anak-anak, keponakan seperti salam tempel. Ini perlu disesuaikan, jangan dipukul rata Rp 50 Ribu atau Rp 100 Ribuan. Dan bisa ajarkan mereka untuk bisa menabung," bebernya.

Baca Juga: Mudik Gratis Bank Mandiri 2026 Kapan Dibuka? Ini Jadwal, Rute, dan Cara Daftarnya

Terakhir, pengeluaranya yang pasti dikeluarkan yaitu Mudik. Pulang ke kampung halaman merupakan tradisi masyarakat untuk berlebaran. Sehingga, pastinya masyarakat menyisihkan dananya untuk bela-belain berlebaran di rumah masa kecilnya, bersama keluarga tercinta.

Kenaikan biaya hidup sekitar 20 persen selama Ramadan disebabkan meningkatnya harga pangan dan biaya sosial Lebaran. [Suara.com/Aldie]
Kenaikan biaya hidup sekitar 20 persen selama Ramadan disebabkan meningkatnya harga pangan dan biaya sosial Lebaran. [Suara.com/Aldie]

Siasat Kelola Keuangan

Agar semua kebutuhan wajib itu terpenuhi, masyarakat pentingnya menyusun anggaran rutin bulanan dan anggaran saat ramadan. Financial Planner, Mike Rini, mengingatkan siasat Pertama yaitu memang pemisahan anggaran rutin bulanan dan ramadan itu sangat vital.

Sebab, kesalahan paling umum adalah mencampur kedua sumber dana tersebut.

"Karena secara hitung-hitungan pengeluaran hari raya itu, karena sifatnya juga besar, Nah itu akan sulit kita sumber dana ini dari gaji, nah makanya kita menggunakan dana Tunjangan Hari Raya (THR) itu. Nah kalau dari pengalaman saya, biasanya saya pisahkan nih. Untuk pengeluaran rutin bulanan, ya saya menggunakan, ya udah seperti biasanya aja berjalan kayak biasanya," kata Mike.

Kedua, Mike juga mewanti-wanti agar masyarakat tidak tergoda berbelanja lebih dulu hanya karena merasa akan menerima THR. Apalagi, kebiasaan menggunakan paylater untuk jajan atau buka bersama dengan asumsi nanti akan dilunasi dari THR.

Ketiga, Ia merekomendasikan agar THR tidak dihabiskan. Sebenarnya, sah-sah saja THR itu digunakan sepenuhnya, karena memang untuk hari raya. akan tetapi alangkah baiknya bila THR ini disisihkan untuk menabung.

"Terakhir, anggaran mudik sama kalau kita melakukan perjalanan. Tapi, besar kecilnya anggaran akan tergantung jarak, lama tinggal, serta jumlah anggota keluarga yang ikut," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI