- Pemerintah mempercepat pemulihan Desa Adat Sade agar sarana pariwisata siap menyambut MotoGP Mandalika.
- Kementerian Pariwisata bersama lintas sektor memprioritaskan pembangunan museum sementara dan masjid pascakebakaran.
- Poltekpar Lombok dan berbagai instansi menyalurkan bantuan pangan serta melakukan pendampingan sosial ekonomi warga.
Suara.com - Penanganan pascakebakaran di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, dipercepat melintasi fase tanggap darurat menuju fase pemulihan. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan sarana pariwisata siap kembali beroperasi sebelum lonjakan wisatawan pada momentum peak season MotoGP di Mandalika.
Dalam rapat koordinasi lintas sektor antara Kementerian Pariwisata, Pemprov NTB, dan Pemkab Lombok Tengah, disepakati empat langkah jangka pendek mendesak. Dua fasilitas kunci yang diprioritaskan pembangunannya dalam waktu dekat di antaranya museum sementara dan masjid.
Keberadaan museum sementara dinilai krusial agar wisatawan yang berkunjung tetap bisa berinteraksi dengan sejarah dan kebudayaan Suku Sasak secara autentik. Sementara itu, pembangunan tempat ibadah ditujukan untuk melayani warga adat sekaligus menunjang kenyamanan wisatawan Muslim.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa pemulihan Desa Adat Sade menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pariwisata berbasis masyarakat. Keberadaan masyarakat beserta tradisi, pengetahuan lokal, dan autentisitas kehidupan desa ditekankan harus tetap menjadi kekuatan utama yang menjadikan Sade memiliki nilai penting dalam pariwisata Lombok.
![Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendorong gelaran BINA Indonesia Great Sale 2025, pesta diskon nasional, untuk menggaet lebih banyak wisatawan mancanegara. [Suara.com/Lilis]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/22/54255-menteri-pariwisata-widiyanti-putri-wardhana.jpg)
“Mudah-mudahan melalui upaya, kolaborasi, dan gotong royong seluruh pihak, baik ekosistem pariwisata, pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun swasta, kita bisa bersama-sama membangun kembali desa ini. Tentunya masyarakat desa sendiri harus dilibatkan dalam seluruh prosesnya,” kata Widiyanti dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Selain pembangunan fisik darurat, program penguatan kapasitas sosial-ekonomi juga terus digenjot di lapangan. Kementerian Pariwisata menerjunkan Poltekpar Lombok untuk berkolaborasi dengan TNI, Polri, BNPB, dan PMI dalam mengoperasikan dapur umum serta mendistribusikan bahan pangan.
Guna menghidupkan kembali ekosistem wisata, pendampingan trauma healing bagi anak-anak serta Bimbingan Teknis (Bimtek) Standard Operating Procedure (SOP) tanggap darurat bencana bagi Pokdarwis juga langsung berjalan secara bertahap.
Sebagai upaya pemulihan, Kementerian Pariwisata juga memberikan bantuan sejumlah alat tenun yang dibutuhkan kepada masyarakat Desa Adat Sade. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas ekonomi sekaligus mempertahankan perannya sebagai penjaga tradisi dan kearifan lokal Sasak.