Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

RI-India Mau Kembangkan Industri Logam

Achmad Fauzi | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Jum'at, 27 Februari 2026 | 21:13 WIB
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah akan meningkatkan impor energi dari Amerika Serikat mulai dari LPG, minyak mentah atau crude oil, hingga LNG. (Suara.com/M. Yasir)
  • Kementerian ESDM sedang mematangkan kerja sama investasi industri logam dengan Kementerian Baja India setelah pertemuan baru-baru ini.
  • Kerja sama fokus pada investasi India, hilirisasi logam untuk barang modal, serta riset dan inovasi efisiensi energi.
  • Tindak lanjut berupa penyerahan draf MoU oleh India, dilanjutkan konsultasi ESDM dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan rencana kerja sama dengan India di sektor industri logam.

Hal itu diungkap Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung setelah melakukan pertemuan dengan Kementerian Baja India atau Ministry of Steel Government of India beberapa waktu lalu. 

"Ini kan kita membahas itu banyak aspek. Itu kan salah satu yang mereka tanyakan adalah bagaimana untuk peningkatan kerjasama yang dituangkan di dalam bentuk itu perjanjian atau MoU kerjasama," ujar Yuliot saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (27/2/2026). 

Ilustrasi industri logam. [Pixabay/Arek Socha]
Ilustrasi industri logam. [Pixabay/Arek Socha]

Yuliot memaparkan tiga poin utama yang menjadi fokus dalam kerangka kerja sama itu, pertama dorongan investasi industri logam.

Dia bilang India berkomitmen mendorong perusahaan-perusahaan asal negaranya untuk meningkatkan investasi di Indonesia. 

Kedua, kerja sama antara kedua negara nantinya akan  diarahkan pada keberlanjutan program hilirisasi logam untuk mengembangkan industri barang modal. 

Ketiga, Indonesia dan India sepakat mengembangkan riset dan inovasi pada barang modal agar lebih efisien dalam pemanfaatan energi. 

Sebagai tindak lanjut pemerintah India akan menyerahkan draf MoU. Setelahnya akan dikonsultasikan Kementerian ESDM dengan Kementerian Luar Negeri. 

"Kami akan berkonsultasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait kerangka MoU yang dibahas. Penandatanganan nantinya akan dilakukan langsung antar-menteri, yakni Menteri ESDM RI dengan menteri India," kata Yuliot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?

Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 20:33 WIB

ESDM Lobi-lobi AS Agar Sel Paner Surya RI Tak Kena Bea Masuk 104%

ESDM Lobi-lobi AS Agar Sel Paner Surya RI Tak Kena Bea Masuk 104%

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 17:02 WIB

ESDM Tetap Gaspol Impor Migas USD 15 Miliar dari AS, Meski Ada Pembatalan Tarif

ESDM Tetap Gaspol Impor Migas USD 15 Miliar dari AS, Meski Ada Pembatalan Tarif

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 14:46 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB