Suara.com - Dunia internasional kini tengah menahan napas menyusul laporan mengejutkan mengenai wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada awal Maret 2026 ini.
Di tengah ketidakpastian politik dan ancaman perang terbuka di Timur Tengah, satu nama mencuat ke permukaan sebagai kandidat paling kuat untuk mengisi kekosongan takhta di Teheran: Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei.
Selama berdekade-dekade, Mojtaba dikenal sebagai sosok misterius yang jarang tampil di depan publik.
Namun, di balik tirai kekuasaan Iran, ia dianggap sebagai arsitek kebijakan strategis yang memegang kendali atas banyak instrumen kekuasaan negara.
Latar Belakang dan Akar Revolusioner
Lahir di Mashhad pada 8 September 1969, Mojtaba tumbuh besar di tengah gejolak Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan monarki Shah Iran.
Sebagai putra kedua dari Ali Khamenei, hidupnya dibentuk oleh ideologi perlawanan dan teokrasi.
Ia tidak hanya sekadar menjadi saksi sejarah, tetapi juga terlibat langsung dalam mempertahankan kedaulatan Iran dengan terjun ke medan tempur selama Perang Iran-Irak pada medio 1980-an.
Pengalaman perang ini tidak hanya menempa karakter militannya, tetapi juga menjadi fondasi hubungan eratnya dengan para petinggi Garda Revolusi Islam (IRGC).
Koneksi militer inilah yang di kemudian hari menjadi basis kekuatan utamanya dalam peta politik domestik Iran.
Hal yang paling unik dari profil Mojtaba Khamenei adalah absennya posisi resmi dalam struktur pemerintahan Iran.
Meski demikian, banyak analis intelijen Barat dan pengamat politik Timur Tengah menjuluki dirinya sebagai "penguasa bayangan" atau "bayangan Pemimpin Tertinggi".
Sejak awal 2000-an, Mojtaba diyakini telah mengambil alih manajemen harian di kantor kepresidenan ayahnya (Beyt-e Rahbari).
Ia berperan sebagai penjaga pintu (gatekeeper) yang mengatur siapa saja yang bisa mengakses Ali Khamenei. Pengaruhnya merambah luas ke berbagai sektor:
- Keamanan Nasional: Memiliki pengaruh besar dalam penunjukan komandan militer dan intelijen.
- Strategi Regional: Diyakini terlibat dalam koordinasi jaringan proksi Iran di Lebanon, Suriah, dan Yaman.
- Politik Domestik: Mengendalikan arah kebijakan strategis yang harus dipatuhi oleh Presiden dan Parlemen Iran.
Pendidikan Ulama dan Status Hojjatoleslam
Secara klerikal, Mojtaba memegang gelar Hojjatoleslam, sebuah tingkatan ulama menengah dalam hierarki Syiah. I