Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Rupiah Berpotensi Anjlok dan Ancaman Krisis Energi Indonesia Imbas Perang Iran

M Nurhadi | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 02 Maret 2026 | 08:06 WIB
Rupiah Berpotensi Anjlok dan Ancaman Krisis Energi Indonesia Imbas Perang Iran
Ilustrasi [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Konflik Iran-AS dan Israel berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi Indonesia melalui pasar keuangan dan energi global.
  • Ketidakpastian geopolitik memicu arus modal keluar dari Indonesia, menyebabkan pelemahan Rupiah dan kenaikan SBN.
  • Skenario terburuk adalah pemblokiran Selat Hormuz yang meningkatkan harga minyak, memicu inflasi dan menekan fiskal pemerintah.

Dampak yang paling dikhawatirkan oleh para ekonom bukan sekadar fluktuasi angka di layar bursa, melainkan gangguan pada distribusi energi fisik.

Skenario paling serius dalam konflik ini adalah apabila militer Iran memutuskan untuk memblokade Selat Hormuz. Jalur pelayaran ini merupakan rute transit krusial bagi sekitar seperlima dari total perdagangan minyak dunia setiap harinya.

Sebagai negara yang kini berstatus sebagai importir neto minyak (net importer), Indonesia sangat rentan terhadap gangguan pasokan di jalur tersebut.

Jika Selat Hormuz tertutup, harga minyak mentah dunia dipastikan akan melambung tinggi, yang secara otomatis membengkakkan biaya impor Bahan Bakar Minyak (BBM) ke tanah air.

"Dampaknya menjalar ke fiskal melalui peningkatan subsidi dan kompensasi energi, serta ke inflasi karena biaya transportasi dan logistik meningkat sehingga harga pangan ikut terdorong naik," papar Rizal.

Kenaikan harga energi dunia ini akan memicu efek domino yang menyentuh sektor-sektor fundamental kehidupan masyarakat.

Ketika biaya logistik naik akibat harga BBM global yang mahal, harga komoditas pokok di pasar-pasar besar Indonesia juga akan terkerek naik.

Kondisi ini dapat menurunkan daya beli masyarakat di kota-kota besar yang selama ini menjadi motor penggerak ekonomi.

Risiko utama bagi Indonesia di tengah krisis ini bukanlah pada hubungan dagang langsung dengan Teheran, melainkan pada guncangan harga energi yang merembet ke sektor moneter dan kebijakan fiskal pemerintah.

Pemerintah harus bersiap menghadapi situasi di mana anggaran negara terserap lebih besar untuk subsidi, sementara pendapatan negara tertekan oleh perlambatan aktivitas ekonomi global.

Rizal menyimpulkan bahwa kombinasi antara pelemahan mata uang dan lonjakan harga energi akan menciptakan situasi yang sangat menantang bagi stabilitas makroekonomi nasional.

"Ini sekaligus rupiah tertekan, inflasi meningkat, dan ruang fiskal pemerintah ikut menyempit," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gubernur NTB Koordinasi dengan Dubes Timur Tengah Pastikan Keselamatan Warga

Gubernur NTB Koordinasi dengan Dubes Timur Tengah Pastikan Keselamatan Warga

News | Senin, 02 Maret 2026 | 07:59 WIB

Profil Ayatollah Alireza Arafi, Pemimpin Tertinggi Iran Pengganti Ali Khamenei

Profil Ayatollah Alireza Arafi, Pemimpin Tertinggi Iran Pengganti Ali Khamenei

News | Senin, 02 Maret 2026 | 07:23 WIB

Ali Khamenei Apakah Syiah? Pemimpin Tertinggi Iran Dikenal Sederhana dan Tidak Boleh Kaya

Ali Khamenei Apakah Syiah? Pemimpin Tertinggi Iran Dikenal Sederhana dan Tidak Boleh Kaya

Lifestyle | Senin, 02 Maret 2026 | 04:21 WIB

Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei

Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 23:21 WIB

Perusahaan Maritim dan Kapal Tanker Dunia Umumkan Stop Operasi di Selat Hormuz

Perusahaan Maritim dan Kapal Tanker Dunia Umumkan Stop Operasi di Selat Hormuz

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 06:25 WIB

Harga Minyak Brent Melonjak 10 Persen, Menuju USD100 Akibat Perang Iran

Harga Minyak Brent Melonjak 10 Persen, Menuju USD100 Akibat Perang Iran

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 04:10 WIB

Terkini

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN 2026 Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN 2026 Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:57 WIB

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:40 WIB